Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2012/09/cara-agar-artikel-blog-tidak-bisa-di_1.html#ixzz27DAU0d58 Februari 2013 | Dendy Hidayat [D E N Z] Read more: http://blogkomputer12.blogspot.com/2012/06/cara-membuat-teks-berjalan-di-title-bar.html#ixzz27HuaikAS

Pengaruh Iklan Produk Kosmetik di Televisi Terhadap Perilaku Wanita


Pengaruh Iklan Produk Kosmetik di Televisi Terhadap Perilaku Wanita


Iklan sudah sangat akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari. Beragam iklan yang dilihat sepanjang hari di berbagai media dengan bermacam produk yang ditawarkan. Iklan memiliki fungsi untuk menyebarkan informasi tentang penawaran suatu produk, gagasan atau jasa. Iklan berusaha memberikan informasi tentang keunggulan, kelebihan, manfaat dan sifat yang diberikan produk, gagasan atau jasa yang dimaksudkan. Di sisi yang lain iklan merupakan alat persuasi agar konsumen membeli atau menggunakan produk, gagasan atau jasa tersebut.
Tidak dapat dipungkiri keberadaan iklan selain sebagai sumber informasi, juga merupakan hiburan tersendiri. Namun dengan banyaknya iklan yang mengepung dapat membuat masyarakat tidak lagi peduli dengan penawaran maupun tampilan iklan yang dikomunikasikan, kecuali, iklan itu lain daripada yang lain, ataupun sangat kreatif sehingga dapat menarik perhatian dan membuat masyarakat teringat pada iklan tersebut. Iklan dapat membantu mencapai sebagian besar sasaran komunikasi.
Tayangan-tayangan iklan yang menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan. Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut. Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
Iklan sudah bukan barang baru lagi dalam pertelevisian Indonesia. Bahkan iklan telah beranjak dari posisinya yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya beberapa saat, iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan mendominasi layar kaca adalah iklan-iklan kosmetik. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat tema seputar tubuh wanita ini. Mulai dari iklan shampo hingga iklan deodoran (http://gengbacok.blogspot.com/2008/03/wanita-dalam-gambaran-iklan-televisi.html, akses  5 Agustus 2009).
Proses Tayangan Iklan Produk Kosmetik
Periklanan merupakan penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk (ide, barang, jasa). Sebelum membuat iklan yang menarik para pembuat iklan harus menentukan dahulu Marketing Segmentation (segmentasi pasar) adalah salah satu langkah dalam menetapkan dan mengarahkan pasar tertentu. Dengan kata lain, suatu proses pembagian pasar kedalam kelompok pembelian yang berbeda. Penyeleksian segemen sasaran adalah langkah pertama yang penting menuju komunikasi pemasaran yang efektif dan efesien.
Setelah menentukan segmentasi pasar, para pengiklan membuat iklan semenarik mungkin. Beberapa daya tarik bisa digunakan untuk menjaring konsumen. Pesan yang akan disampaikan ke konsumen harus tepat mengenai sasaran, oleh karena itu pesan yang akan disampaikan harus mempunyai daya tarik tersendiri.
Daya tarik pesan untuk periklanan yang baik berfokus pada suatu usulan penjualan inti. Menurut Twedt, pesan dapat dibuat peringkat berdasarkan tingkat yang diinginkan, keeksklusifannya, dan kepercayaannya. Pesan berdasarkan tingkat yang diinginkan maksudnya pesan harus mengatakan sesuatu yang dinginkan atau menarik pada produk tersebut. Pesan berdasarkan tingkat keeksklusifannya maksudnya pesan harus mengatakan sesuatu yang eksklusif atau yang membedakan dan tidak terdapat pada sebuah merk di dalam kategori yang sama. Pesan pada tingkat kepercayaan merupakan pesan yang dapat dipercaya n dibuktikan (Sunyoto, 2005: 91).
Brand image dibangun dengan menciptakan citra dari suatu produk sehingga konsumen bersedia membayar lebih tinggi dan menganggapnya berbeda karena karena brand ini memancarkan asosiasi citra tertentu. Para perancang  image dari merek berusaha memenuhi hasrat konsumen untuk menjadi bagian dari kelompok sosial tertentu yang lebih besar dan dipandang terhormat oleh orang lain, atau untuk mendefinisikan diri menurut citra yang diinginkannya.
Keberhasilan sebuah iklan tak lepas dari model yang menawarkan produk tersebut, biasanya suatu produk lebih cepat dikenal jika yang menjadi model iklan tersebut adalah figur orang terkenal juga, misalnya bintang film, juara olahraga, penyanyi, artis sinetron dan sebagainya. Kesulitannya untuk merangsang konsumen apakah konsumen tersebut suka atau tidak dengan model yang membintangi iklan tersebut. Tugas seorang model dalam hal ini adalah dia harus bisa mengkomunikasikan produk yang ditawarkan lebih terasa berbeda dengan produk serupa n membuat semenarik mungkin untuk menarik minat konsumen terhadap produk tersebut. Ekspresi model dalam hal ini sangatlah berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak pemasar sampai kepada segmen yang dituju.
Penggunaan opinion leader biasanya cukup efektif dalam membangun perasaan kesamaan dengan konsumen. Manusia cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen cenderung meniru tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron yang cantik. Bagi pemasar juga harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan sebagai modelnya nanti. Pemasar harus menegetahui tingkat aspirasi konsumen. Jika konsumen mempunyai aspirasi bahwa wanita itu harus cantik dan anggun (http://www.bloggaul.com/ian87/readblog/22500/tugas-komunikasi-massa).
Daya tarik takut juga lebih efektif digunakan untuk memperbaiki motivasi. Pengiklan memotivasi konsumen untuk mengolah informasi, dan mengambil tindakan. Selain itu pengiklan meminta daya tarik rasa takut dengan mengidentifikasi 2 hal, yaitu mengidentifikasi konsekuensi negatif jika tidak menggunakan produk, serta mengidentifikasi konsekuensi negatif jika menggunakannya dalam perilaku yang tidak aman (Sunyoto, 2005: 96).
Daya tarik positif/ rasional berfokus pada praktik, fungsi, atau kebutuhan konsumen secara optimal terhadap suatu produk, yang menekankan pada manfaat atau alasan untuk mempunyai atau menggunakan suatu merek (Sunyoto, 2005: 104).
Daya tarik emosional berhubungan dengan kebutuhan psikologis konsumen untuk membeli suatu produk. Banyak konsumen termotivasi untuk mengambil keputusan dan membeli suatu produk karena emosi dan perasaan terhadap merek dan pernak-pernik produk tersebut (Sunyoto, 2005: 106).
Dasar dari semua proses di atas adalah pesan yang terkandung dalam iklan. Pesan dalam iklan (baik teks maupun gambar) dapat dibaca sebagai tanda atau sekumpulan tanda yang merupakan hasil implementasi dari pesan yang akan disampaikan (penanda atau bentuk dan petanda atau makna). Efektivitas pesan diterjemahkan dalam kalimat yang menyebutkan bagaimana caranya menciptakan persepsi yang sama antara pengirim dan penerima pesan. Yang kemudian dapat memberikan akibat berupa totemisme, yaitu perujukan pada suatu benda atau merek untuk menemukan jati diri produk barang atau jasa yang akan diperdagangkan

sumber    : http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Pengaruh Iklan Produk Kosmetik di Televisi Terhadap Perilaku Wanita


Pengaruh Iklan Produk Kosmetik di Televisi Terhadap Perilaku Wanita


Iklan sudah sangat akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari. Beragam iklan yang dilihat sepanjang hari di berbagai media dengan bermacam produk yang ditawarkan. Iklan memiliki fungsi untuk menyebarkan informasi tentang penawaran suatu produk, gagasan atau jasa. Iklan berusaha memberikan informasi tentang keunggulan, kelebihan, manfaat dan sifat yang diberikan produk, gagasan atau jasa yang dimaksudkan. Di sisi yang lain iklan merupakan alat persuasi agar konsumen membeli atau menggunakan produk, gagasan atau jasa tersebut.
Tidak dapat dipungkiri keberadaan iklan selain sebagai sumber informasi, juga merupakan hiburan tersendiri. Namun dengan banyaknya iklan yang mengepung dapat membuat masyarakat tidak lagi peduli dengan penawaran maupun tampilan iklan yang dikomunikasikan, kecuali, iklan itu lain daripada yang lain, ataupun sangat kreatif sehingga dapat menarik perhatian dan membuat masyarakat teringat pada iklan tersebut. Iklan dapat membantu mencapai sebagian besar sasaran komunikasi.
Tayangan-tayangan iklan yang menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan. Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut. Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
Iklan sudah bukan barang baru lagi dalam pertelevisian Indonesia. Bahkan iklan telah beranjak dari posisinya yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya beberapa saat, iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan mendominasi layar kaca adalah iklan-iklan kosmetik. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat tema seputar tubuh wanita ini. Mulai dari iklan shampo hingga iklan deodoran (http://gengbacok.blogspot.com/2008/03/wanita-dalam-gambaran-iklan-televisi.html, akses  5 Agustus 2009).
Proses Tayangan Iklan Produk Kosmetik
Periklanan merupakan penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi persuasif tentang produk (ide, barang, jasa). Sebelum membuat iklan yang menarik para pembuat iklan harus menentukan dahulu Marketing Segmentation (segmentasi pasar) adalah salah satu langkah dalam menetapkan dan mengarahkan pasar tertentu. Dengan kata lain, suatu proses pembagian pasar kedalam kelompok pembelian yang berbeda. Penyeleksian segemen sasaran adalah langkah pertama yang penting menuju komunikasi pemasaran yang efektif dan efesien.
Setelah menentukan segmentasi pasar, para pengiklan membuat iklan semenarik mungkin. Beberapa daya tarik bisa digunakan untuk menjaring konsumen. Pesan yang akan disampaikan ke konsumen harus tepat mengenai sasaran, oleh karena itu pesan yang akan disampaikan harus mempunyai daya tarik tersendiri.
Daya tarik pesan untuk periklanan yang baik berfokus pada suatu usulan penjualan inti. Menurut Twedt, pesan dapat dibuat peringkat berdasarkan tingkat yang diinginkan, keeksklusifannya, dan kepercayaannya. Pesan berdasarkan tingkat yang diinginkan maksudnya pesan harus mengatakan sesuatu yang dinginkan atau menarik pada produk tersebut. Pesan berdasarkan tingkat keeksklusifannya maksudnya pesan harus mengatakan sesuatu yang eksklusif atau yang membedakan dan tidak terdapat pada sebuah merk di dalam kategori yang sama. Pesan pada tingkat kepercayaan merupakan pesan yang dapat dipercaya n dibuktikan (Sunyoto, 2005: 91).
Brand image dibangun dengan menciptakan citra dari suatu produk sehingga konsumen bersedia membayar lebih tinggi dan menganggapnya berbeda karena karena brand ini memancarkan asosiasi citra tertentu. Para perancang  image dari merek berusaha memenuhi hasrat konsumen untuk menjadi bagian dari kelompok sosial tertentu yang lebih besar dan dipandang terhormat oleh orang lain, atau untuk mendefinisikan diri menurut citra yang diinginkannya.
Keberhasilan sebuah iklan tak lepas dari model yang menawarkan produk tersebut, biasanya suatu produk lebih cepat dikenal jika yang menjadi model iklan tersebut adalah figur orang terkenal juga, misalnya bintang film, juara olahraga, penyanyi, artis sinetron dan sebagainya. Kesulitannya untuk merangsang konsumen apakah konsumen tersebut suka atau tidak dengan model yang membintangi iklan tersebut. Tugas seorang model dalam hal ini adalah dia harus bisa mengkomunikasikan produk yang ditawarkan lebih terasa berbeda dengan produk serupa n membuat semenarik mungkin untuk menarik minat konsumen terhadap produk tersebut. Ekspresi model dalam hal ini sangatlah berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak pemasar sampai kepada segmen yang dituju.
Penggunaan opinion leader biasanya cukup efektif dalam membangun perasaan kesamaan dengan konsumen. Manusia cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen cenderung meniru tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron yang cantik. Bagi pemasar juga harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan sebagai modelnya nanti. Pemasar harus menegetahui tingkat aspirasi konsumen. Jika konsumen mempunyai aspirasi bahwa wanita itu harus cantik dan anggun (http://www.bloggaul.com/ian87/readblog/22500/tugas-komunikasi-massa).
Daya tarik takut juga lebih efektif digunakan untuk memperbaiki motivasi. Pengiklan memotivasi konsumen untuk mengolah informasi, dan mengambil tindakan. Selain itu pengiklan meminta daya tarik rasa takut dengan mengidentifikasi 2 hal, yaitu mengidentifikasi konsekuensi negatif jika tidak menggunakan produk, serta mengidentifikasi konsekuensi negatif jika menggunakannya dalam perilaku yang tidak aman (Sunyoto, 2005: 96).
Daya tarik positif/ rasional berfokus pada praktik, fungsi, atau kebutuhan konsumen secara optimal terhadap suatu produk, yang menekankan pada manfaat atau alasan untuk mempunyai atau menggunakan suatu merek (Sunyoto, 2005: 104).
Daya tarik emosional berhubungan dengan kebutuhan psikologis konsumen untuk membeli suatu produk. Banyak konsumen termotivasi untuk mengambil keputusan dan membeli suatu produk karena emosi dan perasaan terhadap merek dan pernak-pernik produk tersebut (Sunyoto, 2005: 106).
Dasar dari semua proses di atas adalah pesan yang terkandung dalam iklan. Pesan dalam iklan (baik teks maupun gambar) dapat dibaca sebagai tanda atau sekumpulan tanda yang merupakan hasil implementasi dari pesan yang akan disampaikan (penanda atau bentuk dan petanda atau makna). Efektivitas pesan diterjemahkan dalam kalimat yang menyebutkan bagaimana caranya menciptakan persepsi yang sama antara pengirim dan penerima pesan. Yang kemudian dapat memberikan akibat berupa totemisme, yaitu perujukan pada suatu benda atau merek untuk menemukan jati diri produk barang atau jasa yang akan diperdagangkan

sumber    : http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Eksistensi Musik Jazz di Indonesia


Eksistensi Musik Jazz di Indonesia

 
Musik jazz pertama kali muncul di Amerika pada akhir abad ke-18, berawal dari tangan kreatifitas  orang-orang kulit hitam yang mengalami penindasan dan perbudakan . Ekspreasi yang timbul karena menentang sistem politik yang rasis dan menindas yang di wujudkan dengan cara bermusik dan gaya permainan orang-orang kulit hitam Amerika. Perbudakan dan diskriminasi rasial di Amerika justru melahirkan musik-musik perlawanan seperti Spiritual, gospel dan blues yang hingga kini tercatat dalam sejarah.( http://www.rootsonastring.com/?p=126 )
Gejala ini bisa diinterpretasikan sebagai sebuah resistensi budaya orang hitam terhadap Westernisasi, baik dari segi agama, kultur politik hingga cara bermusik, karena sebelum dibawa ke Amerika orang-orang hitam telah memiliki kebudayaan khas Afrika.( http://www.rootsonastring.com/?p=126)
Awal munculnya spirit musik atau ideologi dibalik jazz adalah pembebasan diri orang Afro-Amerika dari belenggu struktur sosial-politik represif yang dituangkan dalam ekspresi nada, harmoni, dan gaya permainan bermusik. Sebagai contoh, ragtime yang menjadi titik awal perkembangan jazz klasik (march, waltz dan polka), swing merupakan modifikasi dari ragtime, free jazz merupakan reinterpretasi dari bebop dan world music merupakan dekonstruksi jazz mainstream.
Dalam perkembangan lebih lanjut spirit jazz diinterpretasikan tidak hanya sebatas perlawanan politis, tetapi menjadi gerakan liberalisasi atau dekonstruksi bermusik dalam rangka mencari ruang gerak, alternatif cara, dan gaya permainan lain.
Akibat dari spirit Jazz yang dialektis, liberal dan dekonstruktif itu maka sebuah gaya permainan lama akan dinegasi oleh ide-ide bermusik yang baru sehingga timbul gaya-gaya permainan baru. Dalam hal ini Berend (1992) menggambarkan kronologi perkembangan jazz dalam tiga periode waktu dimana masing-masing periode melahirkan gaya-gaya permainan spesifik. Pertama, periode jazz tradisional (1890-1940) melahirkan gaya-gaya permainanRagtimeNew OrleansDixieland, New Orleans in Chicago, Kansas City, Chicago, Swing. Periode jazz modern (1940-1980) memunculkan New Orleans and Dixieland RevivalBebop, Cool, Hardbop, Free, Mainstream, Fusion. Periode jazz postmodern (1980-saat ini) memproduksi gaya-gaya Neobop, free Funk, Classicism, Neo-Classicism, No Wave dan World Music.( http://www.rootsonastring.com/?p=126)
Puncak dari dekonstruksi dalam jazz terjadi pada tahun 1965-an yang ditandai denagn hadirnya free jazz. Gaya ini merupakan tonggak perkembangan jazz postmodern dengan karakter utama tonalitas bebas (free tonality); disintegrasi pada meter, beat dan simetri; masuknya musik etnis (world music); pemujaan terhadap intensitas; dan masuknya suara-suara alam khususnya dari hutan belantara (jungle sound). Pada dekade 80 dan 90, free jazz menjadi pondasi dari perkembangan fusion dan neo-Classicism, sedang mainstream dari jazz menjelma kedalam gaya permainan Classicism. Oleh karena itu jazz tidak lagi dapat didefinisikan semata-mata sebagai gaya perminan swing, bebop atau mainstream, tetapi sebagai sebuah kebudayaan bermusik yang lebih canggih dan plural.(Berend,1992)
Musik Jazz di indonesia
Belum mampunya musik jazz menjangkai seluruh lapisan masyarakat, dan hanya terjangkau oleh lapisan elit dan eksklusif merupakan salah satu kendala yang menghambat perkembangan musik jazz di indonesia Padahal kalau bersandar pada spirit yang dikandungnya jelas bahwa menjadi elit bukan merupakan tujuan penciptaan musik jazz, sebab jazz selalu berdimensi pembebasan.
Ideologi jazz yang bersifat pembebasan, liberal, demokratis dan dekonstruktif terhadap kebekuan gaya-gaya permainan sebelumnya adalah merupakan sifat kritis yang perlu juga dipahami dan diinternalisasi oleh penggemar jazz kalau mereka ingin mengerti apa itu jazz. Tanpa sosialisasi dari sifat kritis musik jazz maka para penggemar jazz justru dapat terjebak dalam cara sosialisasi yang dikembangakan saat ini oleh rezim industri musik sehingga jazz menjadi elit dan eksklusif.
Musik jazz dianggap elit karena memang tidak banyak penggemarnya. Untuk benar-benar memahami musik jazz juga diperlukan waktu untuk belajar yang cukup lama. Maka cenderung yang menyukai musik jazz adalah orang-orang dari latar belakang pendidikan, seperti mahasiswa dan kalangan akademis lainnya. Tetapi bukan berarti musik selain jazz hanya dinikmati oleh kaum yang tidak terpelajar. Setiap orang dapat menikmati musik jazz.
Salah satu sebab mengapa musik pop atau rick lebih banyak disukai orang adalah karena jenis musik tersebut dapat dengan mudah dihapal. Berbeda dengan musik jazz yang sangat universal. Musik jazz juga bagaikan puisi yang harus diapresiasikan terlebih dahulu untuk dapat dinikmati. Dengan mudah dihapal, orang tidak sulit lagi untuk menikmati musik rock atau pop.
Menjadikan musik jazz bukan sebagai musik yang elit terutamanya adalah melalui sosialisasi. Sosialisasi adalah proses untuk membiasakan orang mendengar dan lebih mengenal musik jazz. Sosialisasi tersebut dapat melalui berbagai bentuk seperti kaset, CD, LD, VCD, majalah, buku dan berbagai macam literatur lain. Sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan terus menerus, jangan sampai berhenti ditengah jalan. Sebab sosialisasi juga merupakan proses belajar yang tidak dapat dilakukan sepotong demi sepotong.
Dilema yang terjadi di Indonesia bahwa menikmati musik jazz dijadikan sebagai gaya hidup atau pola hidup seseorang. Ada kalangan tertentu yang terpaksa mendengar musik jazz hanya agar dipandang sebagai kaum borjuis. Hal inilah yang sering terjadi pada kafe-kafe atau pub. Di satu pihak mereka memang melakukan sosialisasi jazz, tetapi di sisi lain mereka menjual gengsi dengan musik jazz sebagai perantaranya. Sosialisasi semacam itu justru merusak citra jazz sebagai musik yang berdimensi pembebasan dan jauh dari kesan glamour.
Demikian pula dengan media sosialisasi yang lain seperti kaset, CD dan VCD. Banyak orang yang sebenarnya ingin tahu lebih jauh tentang musik jazz melalui kaset. Tetapi dilemanya, musik-musik jazz banyak yang hanya terdapat dalam CD yang tentu saja lebih mahal harganya. Hal-hal semacam inilah yang menjadikan musik jazz dianggap sebagai musik yang membutuhkan biaya mahal.
Untuk dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat seluas-luasnya, maka sosialisasi yang dilakukan juga harus merakyat. Artinya sosialisasi dilakukan dengan melihat komposisi, keadaan dan perilaku masyarakat itu sendiri. Untuk keadaan di Indonesia saat ini, musik jazz-lah yang seharusnya mendekati masyarakat terlebih dahulu. Bila sosialisasi berhasil, maka keadaan di atas akan berbalik dengan sendirinya (masyarakat akan mencari jazz).

sumber        : http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Eksistensi Musik Jazz di Indonesia


Eksistensi Musik Jazz di Indonesia

 
Musik jazz pertama kali muncul di Amerika pada akhir abad ke-18, berawal dari tangan kreatifitas  orang-orang kulit hitam yang mengalami penindasan dan perbudakan . Ekspreasi yang timbul karena menentang sistem politik yang rasis dan menindas yang di wujudkan dengan cara bermusik dan gaya permainan orang-orang kulit hitam Amerika. Perbudakan dan diskriminasi rasial di Amerika justru melahirkan musik-musik perlawanan seperti Spiritual, gospel dan blues yang hingga kini tercatat dalam sejarah.( http://www.rootsonastring.com/?p=126 )
Gejala ini bisa diinterpretasikan sebagai sebuah resistensi budaya orang hitam terhadap Westernisasi, baik dari segi agama, kultur politik hingga cara bermusik, karena sebelum dibawa ke Amerika orang-orang hitam telah memiliki kebudayaan khas Afrika.( http://www.rootsonastring.com/?p=126)
Awal munculnya spirit musik atau ideologi dibalik jazz adalah pembebasan diri orang Afro-Amerika dari belenggu struktur sosial-politik represif yang dituangkan dalam ekspresi nada, harmoni, dan gaya permainan bermusik. Sebagai contoh, ragtime yang menjadi titik awal perkembangan jazz klasik (march, waltz dan polka), swing merupakan modifikasi dari ragtime, free jazz merupakan reinterpretasi dari bebop dan world music merupakan dekonstruksi jazz mainstream.
Dalam perkembangan lebih lanjut spirit jazz diinterpretasikan tidak hanya sebatas perlawanan politis, tetapi menjadi gerakan liberalisasi atau dekonstruksi bermusik dalam rangka mencari ruang gerak, alternatif cara, dan gaya permainan lain.
Akibat dari spirit Jazz yang dialektis, liberal dan dekonstruktif itu maka sebuah gaya permainan lama akan dinegasi oleh ide-ide bermusik yang baru sehingga timbul gaya-gaya permainan baru. Dalam hal ini Berend (1992) menggambarkan kronologi perkembangan jazz dalam tiga periode waktu dimana masing-masing periode melahirkan gaya-gaya permainan spesifik. Pertama, periode jazz tradisional (1890-1940) melahirkan gaya-gaya permainanRagtimeNew OrleansDixieland, New Orleans in Chicago, Kansas City, Chicago, Swing. Periode jazz modern (1940-1980) memunculkan New Orleans and Dixieland RevivalBebop, Cool, Hardbop, Free, Mainstream, Fusion. Periode jazz postmodern (1980-saat ini) memproduksi gaya-gaya Neobop, free Funk, Classicism, Neo-Classicism, No Wave dan World Music.( http://www.rootsonastring.com/?p=126)
Puncak dari dekonstruksi dalam jazz terjadi pada tahun 1965-an yang ditandai denagn hadirnya free jazz. Gaya ini merupakan tonggak perkembangan jazz postmodern dengan karakter utama tonalitas bebas (free tonality); disintegrasi pada meter, beat dan simetri; masuknya musik etnis (world music); pemujaan terhadap intensitas; dan masuknya suara-suara alam khususnya dari hutan belantara (jungle sound). Pada dekade 80 dan 90, free jazz menjadi pondasi dari perkembangan fusion dan neo-Classicism, sedang mainstream dari jazz menjelma kedalam gaya permainan Classicism. Oleh karena itu jazz tidak lagi dapat didefinisikan semata-mata sebagai gaya perminan swing, bebop atau mainstream, tetapi sebagai sebuah kebudayaan bermusik yang lebih canggih dan plural.(Berend,1992)
Musik Jazz di indonesia
Belum mampunya musik jazz menjangkai seluruh lapisan masyarakat, dan hanya terjangkau oleh lapisan elit dan eksklusif merupakan salah satu kendala yang menghambat perkembangan musik jazz di indonesia Padahal kalau bersandar pada spirit yang dikandungnya jelas bahwa menjadi elit bukan merupakan tujuan penciptaan musik jazz, sebab jazz selalu berdimensi pembebasan.
Ideologi jazz yang bersifat pembebasan, liberal, demokratis dan dekonstruktif terhadap kebekuan gaya-gaya permainan sebelumnya adalah merupakan sifat kritis yang perlu juga dipahami dan diinternalisasi oleh penggemar jazz kalau mereka ingin mengerti apa itu jazz. Tanpa sosialisasi dari sifat kritis musik jazz maka para penggemar jazz justru dapat terjebak dalam cara sosialisasi yang dikembangakan saat ini oleh rezim industri musik sehingga jazz menjadi elit dan eksklusif.
Musik jazz dianggap elit karena memang tidak banyak penggemarnya. Untuk benar-benar memahami musik jazz juga diperlukan waktu untuk belajar yang cukup lama. Maka cenderung yang menyukai musik jazz adalah orang-orang dari latar belakang pendidikan, seperti mahasiswa dan kalangan akademis lainnya. Tetapi bukan berarti musik selain jazz hanya dinikmati oleh kaum yang tidak terpelajar. Setiap orang dapat menikmati musik jazz.
Salah satu sebab mengapa musik pop atau rick lebih banyak disukai orang adalah karena jenis musik tersebut dapat dengan mudah dihapal. Berbeda dengan musik jazz yang sangat universal. Musik jazz juga bagaikan puisi yang harus diapresiasikan terlebih dahulu untuk dapat dinikmati. Dengan mudah dihapal, orang tidak sulit lagi untuk menikmati musik rock atau pop.
Menjadikan musik jazz bukan sebagai musik yang elit terutamanya adalah melalui sosialisasi. Sosialisasi adalah proses untuk membiasakan orang mendengar dan lebih mengenal musik jazz. Sosialisasi tersebut dapat melalui berbagai bentuk seperti kaset, CD, LD, VCD, majalah, buku dan berbagai macam literatur lain. Sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan terus menerus, jangan sampai berhenti ditengah jalan. Sebab sosialisasi juga merupakan proses belajar yang tidak dapat dilakukan sepotong demi sepotong.
Dilema yang terjadi di Indonesia bahwa menikmati musik jazz dijadikan sebagai gaya hidup atau pola hidup seseorang. Ada kalangan tertentu yang terpaksa mendengar musik jazz hanya agar dipandang sebagai kaum borjuis. Hal inilah yang sering terjadi pada kafe-kafe atau pub. Di satu pihak mereka memang melakukan sosialisasi jazz, tetapi di sisi lain mereka menjual gengsi dengan musik jazz sebagai perantaranya. Sosialisasi semacam itu justru merusak citra jazz sebagai musik yang berdimensi pembebasan dan jauh dari kesan glamour.
Demikian pula dengan media sosialisasi yang lain seperti kaset, CD dan VCD. Banyak orang yang sebenarnya ingin tahu lebih jauh tentang musik jazz melalui kaset. Tetapi dilemanya, musik-musik jazz banyak yang hanya terdapat dalam CD yang tentu saja lebih mahal harganya. Hal-hal semacam inilah yang menjadikan musik jazz dianggap sebagai musik yang membutuhkan biaya mahal.
Untuk dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat seluas-luasnya, maka sosialisasi yang dilakukan juga harus merakyat. Artinya sosialisasi dilakukan dengan melihat komposisi, keadaan dan perilaku masyarakat itu sendiri. Untuk keadaan di Indonesia saat ini, musik jazz-lah yang seharusnya mendekati masyarakat terlebih dahulu. Bila sosialisasi berhasil, maka keadaan di atas akan berbalik dengan sendirinya (masyarakat akan mencari jazz).

sumber        : http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Invasi Ulat Bulu Menggila dan Berbahaya


Invasi Ulat Bulu Menggila dan Berbahaya


Ulat bulu merupakan bagian larva yang termasuk ordo Lepidoptera. Sebagian besar hewan ini mengonsumsi tumbuhan (herbivora) dan serangga. Ulat bulu merupakan hama yang rakus mengonsumsi daun sehingga banyak merugikan petani. Ulat bulu juga merupakan bentuk metamorphosis yang nantinya akan berubah menjadi kepompong kemudian kupu-kupu.
Asal-usul etimologi ulat bulu berasal dari awal abad 16. Nama ulat bulu atau caterpillars berasal dari bahasa Prancis lama yaitu catepelose yang berarti kucing (cattus: bahasa Latin) dan pelose yang artinya bulu. Ulat bulu juga memiliki nama sebutan yaitu geometrids atau inchworms karena cara hewan ini bergerak seolah mengukur bumi. Ulat bulu memiliki tubuh lunak yang bisa menumbuhkan bulu dengan cepat.
Bagian tubuh ulat, hanya bagian kepala yang keras. Ulat bulu memiliki rahang kuat dan tajam untuk mengunyah daun. Namun, bagi ulat bulu dewasa, rahang mereka cenderung lebih lembut. Di balik rahang, ulat bulu memiliki fitur pemintal yang bisa memproduksi sutra. Secara rata-rata, siklus hidup telur, larva (bentuk ulat) hingga menjadi kupu-kupu malam (ngengat) adalah sekitar 30 hari. Namun peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengindikasikan siklus hidup ulat bulu sekarang lebih cepat 3-4 hari.
Siklus ulat bulu lebih pendek dibanding hewan lainnya, terjadi manakala terpenuhinya host plant atau inang sehingga menyediakan suplai makanan bagi makhluk tersebut. Berdasar teori fisiologi serangga, kurangnya makanan bagi serangga akan membuat siklus hidupnya lambat. Sebaliknya, jika tanaman yang menjadi makanan baginya sedikit maka siklus hidupnya lama.
Ketidak seimbangan ekosistem ulat bulu dan predator akhir-akhir ini, menyebabkan puluhan ulat bulu menginvasi di berbagai daerah. Diantaranya di Probolinggo, Jombang, Malang, Yogyakarta dan Bali, sebagian besar di pohon cemara, dan beberapa di antaranya berada di pohon mangga. Serangan ulat bulu di Probolinggo, Jawatimur, merupakan kejadian aneh. Pasalnya ribuan ulat bulu bukan hanya menyerang pepohonan namun ulat bulu juga menyerang rumah-rumah warga. Ulat bulu yang menyerang warga diketahui berjenis desgiria inclusa.
Racun Berbahaya
Ulat bulu mempertahankan diri dengan bulu atau tanduk yang berhubungan dengan racun, sering disebut urticating hairs. Di setiap bulu maupun tanduknya tersimpan racun yang mematikan dan berbahaya bagi manusia. Akibatnya dari gatal-gatal, alergi, sampai kepada kematian.
Racun pada ulat bulu yang paling menakutkan ditemukan pada genus Lonomia yang hidup di Amerika Selatan. Racun ini merupakan antikoagulan yang sangat kuat sehingga menyebabkan pendarahan pada manusia, bahkan hingga meninggal. Bahan kimia itu kini sedang diselidiki oleh ahli medis. Meskipun begitu, sebagian besar bulu itu hanya menyebabkan iritasi ringan atau penyakit kulit.
Saat kulit korban melakukan kontak dengan toksin dari ulat ini beberapa hal yang terjadi adalah racun dari Lonomia menyebabkan reaksi kulit yang sederhana, infeksi kulit, luka bakar, alergi, dan pendarahan umum, hingga gagal ginjal, dan dapat menyebabkan kematian dalam kasus-kasus terburuk (Duarte, 1990).  Dalam sejarahnya, bulu ulat bulu terkadang membawa venom di dalam tubuhnya yang bisa menimbulkan cedera serius pada manusia, mulai dari urticarial dermatitis, atopic asthma, osteochondritis, consumption coagulopathy, gagal ginjal dan pendarahan intraserebral. Meskipun, gatal-gatal kulit adalah dampak yang paling umum bila manusia menyentuh ulat bulu. Bulu ulat bulu juga bisa menyebabkan infeksi kerato-konjungtivis. Duri tajam pada ujung bulu ulat bulu bisa bersarang di jaringan lunak dan selaput lendir di tubuh manusia, selaput mata misalnya. Jika masuk ke jaringan tubuh dan sulit diekstrak, dikhawatirkan duri masuk ke membran tubuh.
Menurut berita di Kompas.com dan Tempo interaktif, ulat bulu yang menyerah belahan daerah di Indonesia tidak sampai menyebabkan kematian. Korban akan mengalami gangguan gatal-gatal dan kalau susah hilang, korban bisa ke Puskesmas dengan gratis biaya. (Kompas.com)
Antisipasi dan Pencegahan
Kepanikan warga dan semakin banyaknya serangan ulat bulu menuntut Pemda dan warga segera mengatasi kasus ini. Berikut beberapa antisipasi terhadap serangan ulat bulu dan pencegahan agar ulat bulu tidak berkembang biak:
Intektisidamerupakan bahan kimia atau non kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga, termasuk ulat bulu. Insektisida dapat membunuh serangga dengan dua mekanisme, yaitu dengan meracuni makanannya (tanaman) dan dengan langsung meracuni si serangga tersebut. Intektisida sudah banyak tersedia di pasaran. Intektisida merupakan salah satu jalan keluar untuk mencegah hama ulat bulu meluas. (http://www.scribd.com/doc/3116460/Pengenalan-Insektisida)
Sanitasi, kalau ada pohon-pohon, jangan sampai serasah atau daun-daun keringnya menumpuk karena bisa menjadikan tempat lebih lembap dan mempercepat ulat berkembang biak. Tempat tempat yang lembab yang berada di bawah pepohononan memungkinkannya telur dan larva tumbuh dengan cepat. Segera dibersihkan dikumpulkan serta dibakar. Selain itu pemusnahan telur dan pupa atau kepompong bisa dilakukan. Cara ini akan memutuskan siklus metamorfosis menjadi ulat bulu. Apabila sudah menjadi kupu-kupu maka kumpulkan lalu dibakar.
Ekosistem, tidak seimbangnya ekosistem merupakan salah satu penyebab membludaknya kawanan ulat. Lagi-lagi burung sebagai pemangsa dominan banyak diburu manusia, akhirnya ulat sekarang yang memburu manusia. Tidak sedikit petani mengalami kerugian karena wabah ini, sehingga kesadaran manusia itu sendiri sangat dibutuhkan mengatasi masalah ini.
Jaga jarak, jika di dahan atau di pohon atau dimanapun terdapat ulat bulu maupun ulat bertanduk, jangan sekali-kali mendekat. Karena kalau sampai terkena bulu atau tanduk beracunnya bisa mengakibatkan iritasi dan alergi berupa gatal-gatal dan bengkak.
Referensi
A.C.D. van Enter, J. Adler and J.A.M.S. Duarte (1990), Finite-Size Effects for some Bootstrap Per-colation Models, Journal of Statistical Physics Vol 60
*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Indonesia angkatan 2007. Tugas Penulisan Kreatif yang di ampu oleh dosen Iwan Awaludin Yusuf.


sumber    :http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Invasi Ulat Bulu Menggila dan Berbahaya


Invasi Ulat Bulu Menggila dan Berbahaya


Ulat bulu merupakan bagian larva yang termasuk ordo Lepidoptera. Sebagian besar hewan ini mengonsumsi tumbuhan (herbivora) dan serangga. Ulat bulu merupakan hama yang rakus mengonsumsi daun sehingga banyak merugikan petani. Ulat bulu juga merupakan bentuk metamorphosis yang nantinya akan berubah menjadi kepompong kemudian kupu-kupu.
Asal-usul etimologi ulat bulu berasal dari awal abad 16. Nama ulat bulu atau caterpillars berasal dari bahasa Prancis lama yaitu catepelose yang berarti kucing (cattus: bahasa Latin) dan pelose yang artinya bulu. Ulat bulu juga memiliki nama sebutan yaitu geometrids atau inchworms karena cara hewan ini bergerak seolah mengukur bumi. Ulat bulu memiliki tubuh lunak yang bisa menumbuhkan bulu dengan cepat.
Bagian tubuh ulat, hanya bagian kepala yang keras. Ulat bulu memiliki rahang kuat dan tajam untuk mengunyah daun. Namun, bagi ulat bulu dewasa, rahang mereka cenderung lebih lembut. Di balik rahang, ulat bulu memiliki fitur pemintal yang bisa memproduksi sutra. Secara rata-rata, siklus hidup telur, larva (bentuk ulat) hingga menjadi kupu-kupu malam (ngengat) adalah sekitar 30 hari. Namun peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengindikasikan siklus hidup ulat bulu sekarang lebih cepat 3-4 hari.
Siklus ulat bulu lebih pendek dibanding hewan lainnya, terjadi manakala terpenuhinya host plant atau inang sehingga menyediakan suplai makanan bagi makhluk tersebut. Berdasar teori fisiologi serangga, kurangnya makanan bagi serangga akan membuat siklus hidupnya lambat. Sebaliknya, jika tanaman yang menjadi makanan baginya sedikit maka siklus hidupnya lama.
Ketidak seimbangan ekosistem ulat bulu dan predator akhir-akhir ini, menyebabkan puluhan ulat bulu menginvasi di berbagai daerah. Diantaranya di Probolinggo, Jombang, Malang, Yogyakarta dan Bali, sebagian besar di pohon cemara, dan beberapa di antaranya berada di pohon mangga. Serangan ulat bulu di Probolinggo, Jawatimur, merupakan kejadian aneh. Pasalnya ribuan ulat bulu bukan hanya menyerang pepohonan namun ulat bulu juga menyerang rumah-rumah warga. Ulat bulu yang menyerang warga diketahui berjenis desgiria inclusa.
Racun Berbahaya
Ulat bulu mempertahankan diri dengan bulu atau tanduk yang berhubungan dengan racun, sering disebut urticating hairs. Di setiap bulu maupun tanduknya tersimpan racun yang mematikan dan berbahaya bagi manusia. Akibatnya dari gatal-gatal, alergi, sampai kepada kematian.
Racun pada ulat bulu yang paling menakutkan ditemukan pada genus Lonomia yang hidup di Amerika Selatan. Racun ini merupakan antikoagulan yang sangat kuat sehingga menyebabkan pendarahan pada manusia, bahkan hingga meninggal. Bahan kimia itu kini sedang diselidiki oleh ahli medis. Meskipun begitu, sebagian besar bulu itu hanya menyebabkan iritasi ringan atau penyakit kulit.
Saat kulit korban melakukan kontak dengan toksin dari ulat ini beberapa hal yang terjadi adalah racun dari Lonomia menyebabkan reaksi kulit yang sederhana, infeksi kulit, luka bakar, alergi, dan pendarahan umum, hingga gagal ginjal, dan dapat menyebabkan kematian dalam kasus-kasus terburuk (Duarte, 1990).  Dalam sejarahnya, bulu ulat bulu terkadang membawa venom di dalam tubuhnya yang bisa menimbulkan cedera serius pada manusia, mulai dari urticarial dermatitis, atopic asthma, osteochondritis, consumption coagulopathy, gagal ginjal dan pendarahan intraserebral. Meskipun, gatal-gatal kulit adalah dampak yang paling umum bila manusia menyentuh ulat bulu. Bulu ulat bulu juga bisa menyebabkan infeksi kerato-konjungtivis. Duri tajam pada ujung bulu ulat bulu bisa bersarang di jaringan lunak dan selaput lendir di tubuh manusia, selaput mata misalnya. Jika masuk ke jaringan tubuh dan sulit diekstrak, dikhawatirkan duri masuk ke membran tubuh.
Menurut berita di Kompas.com dan Tempo interaktif, ulat bulu yang menyerah belahan daerah di Indonesia tidak sampai menyebabkan kematian. Korban akan mengalami gangguan gatal-gatal dan kalau susah hilang, korban bisa ke Puskesmas dengan gratis biaya. (Kompas.com)
Antisipasi dan Pencegahan
Kepanikan warga dan semakin banyaknya serangan ulat bulu menuntut Pemda dan warga segera mengatasi kasus ini. Berikut beberapa antisipasi terhadap serangan ulat bulu dan pencegahan agar ulat bulu tidak berkembang biak:
Intektisidamerupakan bahan kimia atau non kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga, termasuk ulat bulu. Insektisida dapat membunuh serangga dengan dua mekanisme, yaitu dengan meracuni makanannya (tanaman) dan dengan langsung meracuni si serangga tersebut. Intektisida sudah banyak tersedia di pasaran. Intektisida merupakan salah satu jalan keluar untuk mencegah hama ulat bulu meluas. (http://www.scribd.com/doc/3116460/Pengenalan-Insektisida)
Sanitasi, kalau ada pohon-pohon, jangan sampai serasah atau daun-daun keringnya menumpuk karena bisa menjadikan tempat lebih lembap dan mempercepat ulat berkembang biak. Tempat tempat yang lembab yang berada di bawah pepohononan memungkinkannya telur dan larva tumbuh dengan cepat. Segera dibersihkan dikumpulkan serta dibakar. Selain itu pemusnahan telur dan pupa atau kepompong bisa dilakukan. Cara ini akan memutuskan siklus metamorfosis menjadi ulat bulu. Apabila sudah menjadi kupu-kupu maka kumpulkan lalu dibakar.
Ekosistem, tidak seimbangnya ekosistem merupakan salah satu penyebab membludaknya kawanan ulat. Lagi-lagi burung sebagai pemangsa dominan banyak diburu manusia, akhirnya ulat sekarang yang memburu manusia. Tidak sedikit petani mengalami kerugian karena wabah ini, sehingga kesadaran manusia itu sendiri sangat dibutuhkan mengatasi masalah ini.
Jaga jarak, jika di dahan atau di pohon atau dimanapun terdapat ulat bulu maupun ulat bertanduk, jangan sekali-kali mendekat. Karena kalau sampai terkena bulu atau tanduk beracunnya bisa mengakibatkan iritasi dan alergi berupa gatal-gatal dan bengkak.
Referensi
A.C.D. van Enter, J. Adler and J.A.M.S. Duarte (1990), Finite-Size Effects for some Bootstrap Per-colation Models, Journal of Statistical Physics Vol 60
*Penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Indonesia angkatan 2007. Tugas Penulisan Kreatif yang di ampu oleh dosen Iwan Awaludin Yusuf.


sumber    :http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat


Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat



Belakangan ini bersepeda menjadi kegiatan yang difavoritkan banyak orang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang kantoran mulai menggemari aktivitas yang satu ini. Lihat saja berbagai perkumpulan sepeda yang mulai marak di mana-mana. Biasanya acara bersepeda ria dilakukan di waktu senggang, seperti sore hari, atau saat libur. Bahkan tak sedikit pula yang menanggalkan kendaraan bermotornya dan memilih menggunakan sepeda sebagai alternatif untuk menuju ke sekolah atau tempat kerja.
Tapi tahukah Anda apa manfaat dari bersepeda? Di balik kesannya sebagai olahraga yang sederhana, ternyata bersepeda menyimpan banyak sekali dampak baik bagi tubuh kita. Bersepeda merupakan olahraga yang lebih ringan bila dibandingkan dengan berenang atau joging. Ini dikarenakan berat tubuh kita disangga oleh sadel sepeda. Bersepeda juga termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena dapat dilakukan oleh orang-orang dengan keterbatasan, seperti obesitas, gangguan lutut, dan nyeri kaki.
Keuntungan pertama yang kita peroleh dari bersepeda adalah dapat membakar kalori. Olahraga sepeda dapat dijadikan salah satu cara untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energi kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi, semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori) (NN, 29 Mei 2009. Manfaat Bersepeda untuk Kesehatanhttp://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html. Diakses tanggal 17 April 2011). Umumnya mengendarai sepeda dengan kecepatan rata-rata, kita dapat membakar sampai 450 kalori per jam. Bagi seorang wanita yang memiliki berat tubuh sekitar 60 kg, mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam, bisa menghabiskan kurang lebih 488 kalori dalam waktu 60 menit.
Sebagai contoh, bila tempat tinggal kita berjarak 8 km dari tempat tujuan, maka setidaknya kita sudah berolahraga selama 20 menit. Lalu jika bersepeda dua kali seminggu, kita akan membakar 3.000 kalori ekstra dalam tubuh, yang berarti setengah kilogram dalam kurun waktu satu bulan. Atau kita bersepeda selama 15 menit, 5 – 6 kali dalam seminggu, kita dapat mengurangi berat badan sebesar 11 pound dalam satu tahun.
Manfaat selanjutnya adalah olahraga sepeda mampu mendorong energi. Sebuah studi di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics menyebutkan bahwa bersepeda akan menaikkan level energi sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Ini terjadi karena saat bersepeda otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamine, yang berhubungan dengan energi. Efeknya peredaran darah kita menjadi lancar dan tubuh pun akan terasa lebih segar.
Aktivitas bersepeda juga dapat menggerakkan segala aspek dalam tubuh kita. Mulai dari otot hingga organ-organ dalam tubuh. Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh. Selain kaki, tubuh bagian atas juga ikut bekerja, karena menggenggam kuat besi pengendali akan terbentuk dengan sendirinya (Risa, 1 Februari 2011. 7 Alasan untuk Memulai Bersepeda.http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/7_alasan_untuk_memulai_bersepeda. Diakses tanggal 17 April 2011). Lalu apabila mengayuh dengan posisi berdiri, kita akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep. Seluruh badan, seperti otot tangan dan kaki pun akan bergerak, sehingga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri punggung dan tulang, karena sendi-sendi menjadi terlatih.
Tak kalah pentingnya, jantung adalah organ utama yang mendapat manfaat dari bersepeda. Saat berpacu di atas sepeda, denyut jantung turut berpacu sesuai kayuhan, seperti dilansir oleh Womenshealth. Tingkat kolesterol dan tekanan darah dapat ditekan dengan berolahraga sepeda. Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22% (NN, 29 Mei 2009. Manfaat Bersepeda untuk Kesehatanhttp://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html. Diakses tanggal 17 April 2011). Maka risiko berbagai penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes pun dapat dicegah dengan bersepeda.
Tanpa disadari pula, aktivitas bersepeda juga dapat meningkatkan mood yang ada dalam diri kita. Tingkat ketegangan dan stres dapat dikurangi dengan bersepeda. Tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Memang bersepeda dapat menimbulkan rasa lelah dan lemah karena tubuh kita akan bekerja ekstra keras dari biasanya. Tapi itu terjadi pada awalnya saja. Seterusnya apabila kita melakukannya secara berkala, maka rasa bugar lah yang akan didapat. Apalagi jika kita bersepeda sambil memperhatikan lingkungan sekitar, serta bersosialisasi dengan alam, maka semangat positif pun akan timbul dengan sendirinya.
Namun, bersepeda ternyata juga mempertimbangkan beberapa faktor. Seperti persoalan usia. Sebenarnya aktivitas ini baik bagi segala umur. Hanya saja bagi orang dewasa di atas 50 tahun, atau wanita di atas 40 tahun tidak disarankan untuk melakukan olahraga bersepeda. Itu karena risiko cedera tulang sangat tinggi, mengingat tingkat keseimbangan manula yang telah turun dan kualitas tulang yang semakin berkurang. Di samping itu adalah masalah kesehatan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun asma disarankan untuk berhati-hati. Ini dikarenakan bersepeda memicu pernafasan untuk bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan akan langsung berdampak pada penderita jantung dan asma tersebut. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter ahli sebelum kita mulai bersepeda.
Sebelum bersepeda sebaiknya lakukan dulu beberapa pemanasan kecil. Cooling down dengan otot paha dan betis sangat dianjurkan, karena saat bersepeda kedua otot itulah yang maksimal digunakan. Sebaliknya kontraksi otot perut menjadi berkurang. Perhatikan pula jarak panjang tungkai dengan tinggi sadel. Jangan sampai lutut terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Pastikan lutut hanya tertekuk sedikit, yakni sekitar 25 derajat, saat sedang mengayuh ke atas. Jarak terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga efisiensi gerakan lebih baik (Damayanti, 24 Februari 2010. Manfaat Berlipat Olahraga Keluarga (2). http://tabloidnova.net/Nova/Kesehatan/Kebugaran/Manfaat-Berlipat-Olahraga-Keluarga-2. Diakses tanggal 17 April 2011).
Hal yang juga jangan dilupakan adalah keselamatan dalam berkendara. Pakailah helm dan pengaman (decker) agar terhindar dari cedera. Banyak pengendara sepeda yang tidak menganggap penting atribut-atribut dalam bersepeda. Namun sebenarnya semua itu merupakan sesuatu yang vital. Terlebih bila bersepeda di tengah jalan raya yang terdiri dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Akan lebih aman bila kita melengkapi diri dengan berbagai pengaman dalam mengendarai sepeda.
Selain manfaat bagi kesehatan diri, kegiatan bersepeda juga berdampak terhadap aspek lingkungan. Apabila dilakukan secara rutin dan beramai-ramai, polusi udara pun akan terkurangi. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Tapi hal ini pun mengandung risiko, sebab kemungkinan terpapar polusi akan menjadi mudah bagi pengendara sepeda. Belum lagi risiko kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi agaknya hal itu tidak perlu dipusingkan lagi. Menurut jurnal penelitian Environmental Health Perspective, yang dikeluarkan Universitas Utrecht, Belanda, tahun 2010 menyebutkan, manfaat yang diperoleh dari kegiatan bersepeda di kota-kota jauh lebih besar, apabila dibandingkan dengan risiko kecelakaan dan polusi yang didapat. Asalkan kita bersikap hati-hati dan mengindahkan peraturan lalu lintas, niscaya keselamatan diri pun akan tetap terjaga.

Sumber     :http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat


Satu Gowes Sepeda Datangkan Sejuta Manfaat



Belakangan ini bersepeda menjadi kegiatan yang difavoritkan banyak orang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang kantoran mulai menggemari aktivitas yang satu ini. Lihat saja berbagai perkumpulan sepeda yang mulai marak di mana-mana. Biasanya acara bersepeda ria dilakukan di waktu senggang, seperti sore hari, atau saat libur. Bahkan tak sedikit pula yang menanggalkan kendaraan bermotornya dan memilih menggunakan sepeda sebagai alternatif untuk menuju ke sekolah atau tempat kerja.
Tapi tahukah Anda apa manfaat dari bersepeda? Di balik kesannya sebagai olahraga yang sederhana, ternyata bersepeda menyimpan banyak sekali dampak baik bagi tubuh kita. Bersepeda merupakan olahraga yang lebih ringan bila dibandingkan dengan berenang atau joging. Ini dikarenakan berat tubuh kita disangga oleh sadel sepeda. Bersepeda juga termasuk olahraga kardio yang paling baik, karena dapat dilakukan oleh orang-orang dengan keterbatasan, seperti obesitas, gangguan lutut, dan nyeri kaki.
Keuntungan pertama yang kita peroleh dari bersepeda adalah dapat membakar kalori. Olahraga sepeda dapat dijadikan salah satu cara untuk mengurangi berat badan. Dengan bersepeda kita sama saja membakar energi kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi, semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori) (NN, 29 Mei 2009. Manfaat Bersepeda untuk Kesehatanhttp://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html. Diakses tanggal 17 April 2011). Umumnya mengendarai sepeda dengan kecepatan rata-rata, kita dapat membakar sampai 450 kalori per jam. Bagi seorang wanita yang memiliki berat tubuh sekitar 60 kg, mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam, bisa menghabiskan kurang lebih 488 kalori dalam waktu 60 menit.
Sebagai contoh, bila tempat tinggal kita berjarak 8 km dari tempat tujuan, maka setidaknya kita sudah berolahraga selama 20 menit. Lalu jika bersepeda dua kali seminggu, kita akan membakar 3.000 kalori ekstra dalam tubuh, yang berarti setengah kilogram dalam kurun waktu satu bulan. Atau kita bersepeda selama 15 menit, 5 – 6 kali dalam seminggu, kita dapat mengurangi berat badan sebesar 11 pound dalam satu tahun.
Manfaat selanjutnya adalah olahraga sepeda mampu mendorong energi. Sebuah studi di jurnal Psychotherapy and Psychosomatics menyebutkan bahwa bersepeda akan menaikkan level energi sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Ini terjadi karena saat bersepeda otak akan mengeluarkan neurotransmitter dopamine, yang berhubungan dengan energi. Efeknya peredaran darah kita menjadi lancar dan tubuh pun akan terasa lebih segar.
Aktivitas bersepeda juga dapat menggerakkan segala aspek dalam tubuh kita. Mulai dari otot hingga organ-organ dalam tubuh. Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh. Selain kaki, tubuh bagian atas juga ikut bekerja, karena menggenggam kuat besi pengendali akan terbentuk dengan sendirinya (Risa, 1 Februari 2011. 7 Alasan untuk Memulai Bersepeda.http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/7_alasan_untuk_memulai_bersepeda. Diakses tanggal 17 April 2011). Lalu apabila mengayuh dengan posisi berdiri, kita akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep. Seluruh badan, seperti otot tangan dan kaki pun akan bergerak, sehingga dapat mengurangi keluhan seperti nyeri punggung dan tulang, karena sendi-sendi menjadi terlatih.
Tak kalah pentingnya, jantung adalah organ utama yang mendapat manfaat dari bersepeda. Saat berpacu di atas sepeda, denyut jantung turut berpacu sesuai kayuhan, seperti dilansir oleh Womenshealth. Tingkat kolesterol dan tekanan darah dapat ditekan dengan berolahraga sepeda. Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22% (NN, 29 Mei 2009. Manfaat Bersepeda untuk Kesehatanhttp://zonasepeda.com/artikel/manfaat-bersepeda-untuk-kesehatan.html. Diakses tanggal 17 April 2011). Maka risiko berbagai penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes pun dapat dicegah dengan bersepeda.
Tanpa disadari pula, aktivitas bersepeda juga dapat meningkatkan mood yang ada dalam diri kita. Tingkat ketegangan dan stres dapat dikurangi dengan bersepeda. Tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Memang bersepeda dapat menimbulkan rasa lelah dan lemah karena tubuh kita akan bekerja ekstra keras dari biasanya. Tapi itu terjadi pada awalnya saja. Seterusnya apabila kita melakukannya secara berkala, maka rasa bugar lah yang akan didapat. Apalagi jika kita bersepeda sambil memperhatikan lingkungan sekitar, serta bersosialisasi dengan alam, maka semangat positif pun akan timbul dengan sendirinya.
Namun, bersepeda ternyata juga mempertimbangkan beberapa faktor. Seperti persoalan usia. Sebenarnya aktivitas ini baik bagi segala umur. Hanya saja bagi orang dewasa di atas 50 tahun, atau wanita di atas 40 tahun tidak disarankan untuk melakukan olahraga bersepeda. Itu karena risiko cedera tulang sangat tinggi, mengingat tingkat keseimbangan manula yang telah turun dan kualitas tulang yang semakin berkurang. Di samping itu adalah masalah kesehatan. Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun asma disarankan untuk berhati-hati. Ini dikarenakan bersepeda memicu pernafasan untuk bekerja lebih cepat, sehingga dikhawatirkan akan langsung berdampak pada penderita jantung dan asma tersebut. Ada baiknya untuk mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter ahli sebelum kita mulai bersepeda.
Sebelum bersepeda sebaiknya lakukan dulu beberapa pemanasan kecil. Cooling down dengan otot paha dan betis sangat dianjurkan, karena saat bersepeda kedua otot itulah yang maksimal digunakan. Sebaliknya kontraksi otot perut menjadi berkurang. Perhatikan pula jarak panjang tungkai dengan tinggi sadel. Jangan sampai lutut terlalu menekuk maupun terlalu lurus ketika mengayuh. Pastikan lutut hanya tertekuk sedikit, yakni sekitar 25 derajat, saat sedang mengayuh ke atas. Jarak terbaik saat mengayuh, paling jauh sudut lutut kurang dari 180 derajat sehingga efisiensi gerakan lebih baik (Damayanti, 24 Februari 2010. Manfaat Berlipat Olahraga Keluarga (2). http://tabloidnova.net/Nova/Kesehatan/Kebugaran/Manfaat-Berlipat-Olahraga-Keluarga-2. Diakses tanggal 17 April 2011).
Hal yang juga jangan dilupakan adalah keselamatan dalam berkendara. Pakailah helm dan pengaman (decker) agar terhindar dari cedera. Banyak pengendara sepeda yang tidak menganggap penting atribut-atribut dalam bersepeda. Namun sebenarnya semua itu merupakan sesuatu yang vital. Terlebih bila bersepeda di tengah jalan raya yang terdiri dari mobil dan kendaraan bermotor lainnya. Akan lebih aman bila kita melengkapi diri dengan berbagai pengaman dalam mengendarai sepeda.
Selain manfaat bagi kesehatan diri, kegiatan bersepeda juga berdampak terhadap aspek lingkungan. Apabila dilakukan secara rutin dan beramai-ramai, polusi udara pun akan terkurangi. Terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Tapi hal ini pun mengandung risiko, sebab kemungkinan terpapar polusi akan menjadi mudah bagi pengendara sepeda. Belum lagi risiko kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi agaknya hal itu tidak perlu dipusingkan lagi. Menurut jurnal penelitian Environmental Health Perspective, yang dikeluarkan Universitas Utrecht, Belanda, tahun 2010 menyebutkan, manfaat yang diperoleh dari kegiatan bersepeda di kota-kota jauh lebih besar, apabila dibandingkan dengan risiko kecelakaan dan polusi yang didapat. Asalkan kita bersikap hati-hati dan mengindahkan peraturan lalu lintas, niscaya keselamatan diri pun akan tetap terjaga.

Sumber     :http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Galau Merusak Prioritas Hidup?


Galau Merusak Prioritas Hidup?



ABG galau from Mice Cartoon™









‘Galau’ saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan istilah ini, terlebih bagi kaum muda masa kini. Bimbang, risau, cemas, dan gundah gulana sepertinya sudah melekat menjadi satu istilah, yaitu ‘Galau’. Bisa berarti penyempitan kata ini menimbulkan penyempitan makna pula. Kali ini kita tidak akan menelisik asal usul kata galau itu bagi kalangan anak muda masa kini. Oleh karena itu, kita akan mengintip lebih jauh efek samping apa yang akan di timbulkan oleh galau ini yang sudah menjadi tren.
Tempo hari saya sempat membaca sebuah artikel yang mengulas topik soal “mengetahui perilaku orang Indonesia melalui internet” walhasil, mereka memberikan spesifikasi cinta, pacar, dan galau menjadi tema populer dalam perbincangan media sosial di Indonesia. Dalam pemantauan seminggu saja selama 25 sampai dengan 31 Maret 2012, cinta menjadi topik hangat di Twitter Indonesia dengan 489.110 tweet[1]. Celakanya ketiga tema itu memiliki keterkaitan secara berkala. Pada akhirnya, dari hasil penelusuran SX Indeks, Yogyakarta menjadi kota yang paling sering membicarakan tema pacaran sekaligus kota yang paling sering galau di Twitter.
Ada apa dengan galau? Pertanyaan ini tidak bisa kita jawab dengan singkat. Ada langkah-langkah khusus untuk memahami perilaku dan sifat yang muncul berkat galau ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) galau di maknai sebagai; sibuk beramai-ramai, ramai sekali, kacau tidak karuan (pikiran). Bahkan beberapa orang seringkali berpendapat bahwa galau merupakan sebuah perasaan tidak enak yang ada pada pikiran karena kita bingung entah karena masalah cinta atau masalah pekerjaan yang memaksa kita untuk memilih sesuatu sehingga membuat kita bingung dan membuat emosi kita menjadi labil. Sifat galau ini sering kali menjangkit anak muda, akan tetapi galau sewajarnya tak hanya menyerang anak muda saja, melainkan hampir semua usia bisa merasakannya.
Perbincangan galau mendekatkan kita pada persoalan kebebasan versus kesepian, seperti apa yang pernah dibicarakan oleh Karen Horney dalam psikoanalisis sosialnya mengenai konflik dan kecemasan. Dalam buku psikologi kepribadian (Alwisol, 2005: 172), Karen juga berpendapat konflik dalam diri sendiri adalah bagian yang integral dari kehidupan manusia, misalnya dihadapkan dengan pilihan dua keinginan yang arahnya berbeda, atau antara harapan dan kewajiban, atau antara dua perangkat nilai.  Semua hal yang dirasa berada di persimpangan menyebabkan konflik dalam diri, begitu juga halnya galau. Terlepas dari hal konflik dalam diri, sejatinya kegalauan juga berangakat dari hal-hal sukar seperti kecemasan dalam diri yang seringkali memberikan kita rasa takut. Kecemasan dasar merupakan asal-muasal dari takut, suatu peningkatan yang berbahaya dari perasaan berteman dan tak berdaya lagi dalam dunia yang penuh dengan ancaman. Oleh karena itu, jika sebagian besar orang sudah mengalami kegalauan akut, maka gejala-gejala ketakutan akan selalu
Akankah kegalauan merusak prioritas hidup? Belum lama ini, saya sempat dikirimkan beberapa karikatur tentang tren kegalauan yang menjangkit anak muda sekarang.  Hasilnya, Mice Cartoon™ memberikan contoh gambar perilaku saat galau itu menjangkit. Pertama, seseorang yang sedang terjangkit galau seringkali meng-update status jejaring sosialnya dengan penuh ratapan, kalimat melankolis, dan keluhan yang berkaitan seputar kehidupan pribadinya, celakanya itu hanya curahan hatinya saja. Kedua, merasa dirinya paling sengsara di dunia, padahal hanya sedang mengalami masalah yang sepele, dan seakan-akan langit sudah runtuh, sejatinya masih banyak orang lain yang punya masalah lebih besar, tapi tidak berlebihan seperti ini. Ketiga, generasi galau ini cendrung lebih mendengar lagu-lagu yang bernuansa mellow, sehingga menyakinkan mereka untuk larut dalam kesedihannya. Keempat, merupakan imbas dan efek yang hendak ditimbulkan oleh galau, yaitu mental cengeng ternyata bisa menjadi tren dikalangan generasi muda kini, ‘kalau nggak galau bisa dibilang nggak gaul’.menghampiri mereka, terlebih pada menurunnya kepercayaan diri mereka.
Setelah saya amati dan sempat saya alami juga, bahwa kegalauan adalah alegori dasar atas orang-orang neurotik. Neurotik tidak mesti diartikan sebagai penyakit gangguan urat saraf, melainkan kecendrungan orang yang seakan-akan tidak pernah puas akan kehidupannya. Sewajarnya manusia. Pencarian kemuliaan yang neurotik adalah gambaran secara luas dan lengkap ke dalam semua aspek kehidupannya sebagai ambisi, konsep diri dan hubungan dengan orang lain. Kebanggan neurotik adalah kebanggaan yang tak tampak, bukan didasarkan pada diri yang bertindak secara nyata, tetapi didasarkan pada gambaran palsu dari diri yang ideal, menurut (Alwisol, 2005: 178). Orang neurotik yang mencari kemuliaan tidak akan pernah puas dengan dirinya sendiri. Begitu juga halnya galau, yang secara sadar atau tidak sadar ia telah membawa kita pada persimpangan bahwa rasa bersyukur atas yang didapat dalam hidup tidak pernah ada, hasilnya kita hanya dihadapkan pada persoalan; pilihan yang membuat bimbang, masalah, dan kesedihan.
Persoalan-persoalan di atas mestinya memberikan kita pencerahan untuk lebih membawa perasaan, mood, dan perilaku ke arah yang lebih baik. Bahkan, dilain hari saya pernah terjangkit galau ini. Ada beberapa gejala yang saya rasakan ketika galau ini mendera. Oleh karena itu, saya mengklasifikasikan gejala tersebut menjadi enam kategori gejala akut dari galau, sebagai berikut:
1. Menuntut kebutuhan kepada diri tanpa ukuran (demans on the self)
Gejala ini sejatinya merupakan contoh pemaksaan dari seharusnya. Orang memunculkan kebutuhan diri yang tidak pernah berhenti. Sewarjarnya manusia. Akan tetapi, ketika mereka sudah mencapai titik keberhasilan atau kesuksesan mereka masih mengalami perasaan kekurangan dan menuntut bergerak menuju kesempurnaan. Celakanya, gejala ini terkadang luput akan kemampuan yang dimiliki.
2. Menyalahkan diri sendiri tanpa ampun (merciless self accusation)
Gejala ini biasanya diiringi dengan rasa bersalah dari diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari ekspresi luar biasa hebat. Semisal, merasa dirinya bertanggung jawab terhadap bencana alam yang terjadi, padahal bencana itu merupakan ujian dan cobaan bagi kita dari yang maha kuasa (Tuhan).
3. Menghina diri sendiri (self contempt)
Gejala ini berbeda dengan gejala sebelumnya, walaupun serupa tapi tak sama. Di ekspresikan dalam wujud memandang kecil, meremehkan, meragukan, mencemarkan, dan menertawakan diri sendiri. Anak muda kini mungkin berkata kepada dirinya sendiri, “kamu itu idiot yang sombong! Apa yang membuatmu berpikir bisa berpacaran dengan perempuan tercantik di kota ini?” Sedangkan, perempuan itu mengatakan bahwa sukses karirnya itu ‘nasib baik’.
4. Frustasi diri (self frustration)
Kebimbangan, dan kecemasan yang ditimbulkan dari galau itu seakan-akan telah membawa kita pada penundaan tujuan yang masuk akal. Hal ini disebabkan oleh pilihan-pilihan yang semakin rumit dan terlalu banyak. Sehingga menuntun kita kepada pembelengguan diri dengan tabu untuk menentang kesenangan.
5. Menyiksa diri (self torment)
Gejala ini sebenarnya termasuk gejala yang berbahaya. Biasanya, gejala ini mendorong kita untuk menyakiti diri sendiri baik itu melalui batin maupun fisik. Gejala ini juga melulu pada gejala sebelumnya. Sehingga kita seakan-akan mengalami penderitaan akibat suatu keputusan, memperparah sakit kepala, melukai diri sendiri dengan pisau kalau memang sudah mengalami titik frustasi yang berlebihan.
6. Hilangnya kepercayaan diri (self confidence)
Jikalau semua gejala sudah kita rasakan, maka ini merupakan gejala yang terakhir kita rasakan bahwa kita tidak percaya pada diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita lebih memilih pengasingan diri kita dari dunia luar. Mencari tempat yang lebih intim, sunyi, dan suka akan keheningan.
Dari penuturan di atas sepatutnya kita perhatikan dengan serius. Galau yang selama ini menjadi tren, semestinya tidak diartikan dengan serius. Semua orang semestinya mengalami hal kegalauan itu, karena proses kegalauan juga termasuk dalam proses pembentukan kedewasaan seseorang. Akan tetapi, bilamana galau itu selalu dirawat secara rutin maka hilangnya prioritas hidup akan melanda bagi kita. Apabila, seseorang dilanda kegalauan, saya mempunyai saran bagi anda-anda sekalian. Pertama, tingkatkan kesadaran dalam diri anda, dan kesadaran bukan memahami kekurangan kita semata melainkan memahami apa yang sudah kita punya untuk saat ini dan kedepannya. Kedua, bersikaplah cuek saat kegalauan itu mendera, cuek di sini dalam arti bukan tidak peka melainkan kita mesti mengabaikan segala macam pikiran yang membuat kita hilang percaya diri dan siap menerima resiko atas pilhannya. Ketiga, peliharalah sifat bersyukur atas pilhan yang telah kita pilih dan selalu berterima kasih atas apa yang diberi oleh yang maha esa (Tuhan). Begitulah paparan analisis kecil saya mengenai galau. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian.

[1] Data ini diungkapkan pada saat peluncuran SX Indeks di FX, Jakarta. SX Indeks merupakan layanan baru kreasi lokal dari Salingsilang.com yang didesain untuk mengerti perilaku orang Indonesia melalui internet.

sumber      : http://parapenuliskreatif.wordpress.com
 

Galau Merusak Prioritas Hidup?


Galau Merusak Prioritas Hidup?



ABG galau from Mice Cartoon™









‘Galau’ saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan istilah ini, terlebih bagi kaum muda masa kini. Bimbang, risau, cemas, dan gundah gulana sepertinya sudah melekat menjadi satu istilah, yaitu ‘Galau’. Bisa berarti penyempitan kata ini menimbulkan penyempitan makna pula. Kali ini kita tidak akan menelisik asal usul kata galau itu bagi kalangan anak muda masa kini. Oleh karena itu, kita akan mengintip lebih jauh efek samping apa yang akan di timbulkan oleh galau ini yang sudah menjadi tren.
Tempo hari saya sempat membaca sebuah artikel yang mengulas topik soal “mengetahui perilaku orang Indonesia melalui internet” walhasil, mereka memberikan spesifikasi cinta, pacar, dan galau menjadi tema populer dalam perbincangan media sosial di Indonesia. Dalam pemantauan seminggu saja selama 25 sampai dengan 31 Maret 2012, cinta menjadi topik hangat di Twitter Indonesia dengan 489.110 tweet[1]. Celakanya ketiga tema itu memiliki keterkaitan secara berkala. Pada akhirnya, dari hasil penelusuran SX Indeks, Yogyakarta menjadi kota yang paling sering membicarakan tema pacaran sekaligus kota yang paling sering galau di Twitter.
Ada apa dengan galau? Pertanyaan ini tidak bisa kita jawab dengan singkat. Ada langkah-langkah khusus untuk memahami perilaku dan sifat yang muncul berkat galau ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) galau di maknai sebagai; sibuk beramai-ramai, ramai sekali, kacau tidak karuan (pikiran). Bahkan beberapa orang seringkali berpendapat bahwa galau merupakan sebuah perasaan tidak enak yang ada pada pikiran karena kita bingung entah karena masalah cinta atau masalah pekerjaan yang memaksa kita untuk memilih sesuatu sehingga membuat kita bingung dan membuat emosi kita menjadi labil. Sifat galau ini sering kali menjangkit anak muda, akan tetapi galau sewajarnya tak hanya menyerang anak muda saja, melainkan hampir semua usia bisa merasakannya.
Perbincangan galau mendekatkan kita pada persoalan kebebasan versus kesepian, seperti apa yang pernah dibicarakan oleh Karen Horney dalam psikoanalisis sosialnya mengenai konflik dan kecemasan. Dalam buku psikologi kepribadian (Alwisol, 2005: 172), Karen juga berpendapat konflik dalam diri sendiri adalah bagian yang integral dari kehidupan manusia, misalnya dihadapkan dengan pilihan dua keinginan yang arahnya berbeda, atau antara harapan dan kewajiban, atau antara dua perangkat nilai.  Semua hal yang dirasa berada di persimpangan menyebabkan konflik dalam diri, begitu juga halnya galau. Terlepas dari hal konflik dalam diri, sejatinya kegalauan juga berangakat dari hal-hal sukar seperti kecemasan dalam diri yang seringkali memberikan kita rasa takut. Kecemasan dasar merupakan asal-muasal dari takut, suatu peningkatan yang berbahaya dari perasaan berteman dan tak berdaya lagi dalam dunia yang penuh dengan ancaman. Oleh karena itu, jika sebagian besar orang sudah mengalami kegalauan akut, maka gejala-gejala ketakutan akan selalu
Akankah kegalauan merusak prioritas hidup? Belum lama ini, saya sempat dikirimkan beberapa karikatur tentang tren kegalauan yang menjangkit anak muda sekarang.  Hasilnya, Mice Cartoon™ memberikan contoh gambar perilaku saat galau itu menjangkit. Pertama, seseorang yang sedang terjangkit galau seringkali meng-update status jejaring sosialnya dengan penuh ratapan, kalimat melankolis, dan keluhan yang berkaitan seputar kehidupan pribadinya, celakanya itu hanya curahan hatinya saja. Kedua, merasa dirinya paling sengsara di dunia, padahal hanya sedang mengalami masalah yang sepele, dan seakan-akan langit sudah runtuh, sejatinya masih banyak orang lain yang punya masalah lebih besar, tapi tidak berlebihan seperti ini. Ketiga, generasi galau ini cendrung lebih mendengar lagu-lagu yang bernuansa mellow, sehingga menyakinkan mereka untuk larut dalam kesedihannya. Keempat, merupakan imbas dan efek yang hendak ditimbulkan oleh galau, yaitu mental cengeng ternyata bisa menjadi tren dikalangan generasi muda kini, ‘kalau nggak galau bisa dibilang nggak gaul’.menghampiri mereka, terlebih pada menurunnya kepercayaan diri mereka.
Setelah saya amati dan sempat saya alami juga, bahwa kegalauan adalah alegori dasar atas orang-orang neurotik. Neurotik tidak mesti diartikan sebagai penyakit gangguan urat saraf, melainkan kecendrungan orang yang seakan-akan tidak pernah puas akan kehidupannya. Sewajarnya manusia. Pencarian kemuliaan yang neurotik adalah gambaran secara luas dan lengkap ke dalam semua aspek kehidupannya sebagai ambisi, konsep diri dan hubungan dengan orang lain. Kebanggan neurotik adalah kebanggaan yang tak tampak, bukan didasarkan pada diri yang bertindak secara nyata, tetapi didasarkan pada gambaran palsu dari diri yang ideal, menurut (Alwisol, 2005: 178). Orang neurotik yang mencari kemuliaan tidak akan pernah puas dengan dirinya sendiri. Begitu juga halnya galau, yang secara sadar atau tidak sadar ia telah membawa kita pada persimpangan bahwa rasa bersyukur atas yang didapat dalam hidup tidak pernah ada, hasilnya kita hanya dihadapkan pada persoalan; pilihan yang membuat bimbang, masalah, dan kesedihan.
Persoalan-persoalan di atas mestinya memberikan kita pencerahan untuk lebih membawa perasaan, mood, dan perilaku ke arah yang lebih baik. Bahkan, dilain hari saya pernah terjangkit galau ini. Ada beberapa gejala yang saya rasakan ketika galau ini mendera. Oleh karena itu, saya mengklasifikasikan gejala tersebut menjadi enam kategori gejala akut dari galau, sebagai berikut:
1. Menuntut kebutuhan kepada diri tanpa ukuran (demans on the self)
Gejala ini sejatinya merupakan contoh pemaksaan dari seharusnya. Orang memunculkan kebutuhan diri yang tidak pernah berhenti. Sewarjarnya manusia. Akan tetapi, ketika mereka sudah mencapai titik keberhasilan atau kesuksesan mereka masih mengalami perasaan kekurangan dan menuntut bergerak menuju kesempurnaan. Celakanya, gejala ini terkadang luput akan kemampuan yang dimiliki.
2. Menyalahkan diri sendiri tanpa ampun (merciless self accusation)
Gejala ini biasanya diiringi dengan rasa bersalah dari diri sendiri. Menyalahkan diri sendiri bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari ekspresi luar biasa hebat. Semisal, merasa dirinya bertanggung jawab terhadap bencana alam yang terjadi, padahal bencana itu merupakan ujian dan cobaan bagi kita dari yang maha kuasa (Tuhan).
3. Menghina diri sendiri (self contempt)
Gejala ini berbeda dengan gejala sebelumnya, walaupun serupa tapi tak sama. Di ekspresikan dalam wujud memandang kecil, meremehkan, meragukan, mencemarkan, dan menertawakan diri sendiri. Anak muda kini mungkin berkata kepada dirinya sendiri, “kamu itu idiot yang sombong! Apa yang membuatmu berpikir bisa berpacaran dengan perempuan tercantik di kota ini?” Sedangkan, perempuan itu mengatakan bahwa sukses karirnya itu ‘nasib baik’.
4. Frustasi diri (self frustration)
Kebimbangan, dan kecemasan yang ditimbulkan dari galau itu seakan-akan telah membawa kita pada penundaan tujuan yang masuk akal. Hal ini disebabkan oleh pilihan-pilihan yang semakin rumit dan terlalu banyak. Sehingga menuntun kita kepada pembelengguan diri dengan tabu untuk menentang kesenangan.
5. Menyiksa diri (self torment)
Gejala ini sebenarnya termasuk gejala yang berbahaya. Biasanya, gejala ini mendorong kita untuk menyakiti diri sendiri baik itu melalui batin maupun fisik. Gejala ini juga melulu pada gejala sebelumnya. Sehingga kita seakan-akan mengalami penderitaan akibat suatu keputusan, memperparah sakit kepala, melukai diri sendiri dengan pisau kalau memang sudah mengalami titik frustasi yang berlebihan.
6. Hilangnya kepercayaan diri (self confidence)
Jikalau semua gejala sudah kita rasakan, maka ini merupakan gejala yang terakhir kita rasakan bahwa kita tidak percaya pada diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita lebih memilih pengasingan diri kita dari dunia luar. Mencari tempat yang lebih intim, sunyi, dan suka akan keheningan.
Dari penuturan di atas sepatutnya kita perhatikan dengan serius. Galau yang selama ini menjadi tren, semestinya tidak diartikan dengan serius. Semua orang semestinya mengalami hal kegalauan itu, karena proses kegalauan juga termasuk dalam proses pembentukan kedewasaan seseorang. Akan tetapi, bilamana galau itu selalu dirawat secara rutin maka hilangnya prioritas hidup akan melanda bagi kita. Apabila, seseorang dilanda kegalauan, saya mempunyai saran bagi anda-anda sekalian. Pertama, tingkatkan kesadaran dalam diri anda, dan kesadaran bukan memahami kekurangan kita semata melainkan memahami apa yang sudah kita punya untuk saat ini dan kedepannya. Kedua, bersikaplah cuek saat kegalauan itu mendera, cuek di sini dalam arti bukan tidak peka melainkan kita mesti mengabaikan segala macam pikiran yang membuat kita hilang percaya diri dan siap menerima resiko atas pilhannya. Ketiga, peliharalah sifat bersyukur atas pilhan yang telah kita pilih dan selalu berterima kasih atas apa yang diberi oleh yang maha esa (Tuhan). Begitulah paparan analisis kecil saya mengenai galau. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian.

[1] Data ini diungkapkan pada saat peluncuran SX Indeks di FX, Jakarta. SX Indeks merupakan layanan baru kreasi lokal dari Salingsilang.com yang didesain untuk mengerti perilaku orang Indonesia melalui internet.

sumber      : http://parapenuliskreatif.wordpress.com