Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2012/09/cara-agar-artikel-blog-tidak-bisa-di_1.html#ixzz27DAU0d58 Oktober 2012 | Dendy Hidayat [D E N Z] Read more: http://blogkomputer12.blogspot.com/2012/06/cara-membuat-teks-berjalan-di-title-bar.html#ixzz27HuaikAS

Teknik Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk


Teknik Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Sampah dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik meliputi sampah dapur, sampah daun-daunan, dan sampah yang dapat membusuk. Sedangkan sampah anorganik meliputi sampah logam, sampah plastik, dan sampah-sampah yang tidak dapat membusuk. Sampah organik sebenarnya lebih mudah untuk ditangani daripada sampah anorganik, karena sifatnya yang dapat diurai oleh bakteri. Namun, masih banyak warga masyarakat yang kurang paham cara tepat mengolah sampah jenis ini.
Pengolahan sampah organik yang tepat akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi Anda dan lingkungan sekitar Anda. Salah satu cara pengolahan sampah organik yang tepat dan efektif adalah teknik biopori. Teknik ini dapat diaplikasikan di hampir semua jenis lingkungan tempat tinggal seperti daerah pedesaan, daerah perkotaan, maupun daerah pinggir pantai. Teknik biopori akan membantu Anda mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos tanpa harus mengeluarkan banyak energi dan biaya. Teknik pengolahan sampah organik yang satu ini hanya membutuhkan sedikit tempat, bahkan Anda bisa mengaplikasikannya di halaman rumah Anda. Pengolahan sampah dengan teknik biopori tidak membutuhkan pengamatan dan perawatan ekstra. Teknik ini dapat diaplikasikan hanya dengan membuat lubang-lubang kecil berdiameter sekitar 10 cm sampai 30 cm dengan kedalaman 30-100 cm di lokasi sekitar rumah Anda, seperti di halaman rumah, di bawah pohon, atau dimana saja sesuai keinginan Anda.
Dalam pembuatannya, Anda wajib memberi jarak antara lubang satu dengan lubang yang lain sejauh kira-kira 50-100 cm.  Masing-masing ujung lubang atau pori dapat dilapisi dengan lapisan semen setebal 2-3 cm saja. Hal ini dimaksudkan agar kaki Anda tidak terperosok ke dalam lubang dan tanah di sekitar lubang tidak longsor ke dalam lubang itu sendiri. Selanjutnya, Anda dapat memasukkan sampah organik seperti daun-daun kering, sisa potongan sayuran, atau sampah dapur lainnya kecuali sampah makanan seperti nasi, sisa lauk, atau sisa sayuran. Sampah organik yang Anda hasilkan satu hari cukup dimasukkan ke satu lubang saja. Begitu pula untuk seterusnya.
Setelah sampah masuk semua, tutup lubang dengan konblok yang telah dilubangi untuk membantu proses penguraian dan menjaga kelembaban sampah agar cepat membusuk. Seminggu sekali Anda wajib mengecek volume sampah simpanan Anda. Jika sudah mulai berkurang, Anda dapat menambahkannya dengan lapisan sampah yang baru. Setelah kurang lebih satu bulan, Anda dapat membuka konblok penutup lubang biopori Anda. Lalu, Anda tinggal mengeruk lapisan sampah terbawah yang telah menjadi kompos. Anda dapat menggunakan pupuk alami tersebut untuk menyuburkan tanaman di sekitar rumah Anda. Untuk penggunaan biopori di musim hujan, Anda dapat menambahkan kedalaman maupun kuantitas lubang biopori Anda. Dengan begitu sampah organik simpanan Anda akan tetap aman dan daerah peresapan air di lingkungan Anda semakin banyak. Dengan begitu, banjir juga akan teratasi.
Pengaplikasian teknik pengolahan sampah organik yang efektif dan ramah lingkungan seperti teknik biopori sangatlah penting. Teknik ini akan membuat Anda semakin bijak dalam mengolah sampah dari dapur dan lingkungan rumah Anda sendiri. Selain itu, Anda juga dapat menarik manfaatnya seperti hasil olahannya yang berupa pupuk kompos, menambah volume air tanah, mengurangi kerusakan lingkungan, mengurangi potensi tanah longsor maupun erosi, dan manfaat untuk mengurangi volume genangan air pemicu banjir, khususnya di daerah padat penduduk dan kurang resapan air.
 

Teknik Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk


Teknik Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Sampah dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik meliputi sampah dapur, sampah daun-daunan, dan sampah yang dapat membusuk. Sedangkan sampah anorganik meliputi sampah logam, sampah plastik, dan sampah-sampah yang tidak dapat membusuk. Sampah organik sebenarnya lebih mudah untuk ditangani daripada sampah anorganik, karena sifatnya yang dapat diurai oleh bakteri. Namun, masih banyak warga masyarakat yang kurang paham cara tepat mengolah sampah jenis ini.
Pengolahan sampah organik yang tepat akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi Anda dan lingkungan sekitar Anda. Salah satu cara pengolahan sampah organik yang tepat dan efektif adalah teknik biopori. Teknik ini dapat diaplikasikan di hampir semua jenis lingkungan tempat tinggal seperti daerah pedesaan, daerah perkotaan, maupun daerah pinggir pantai. Teknik biopori akan membantu Anda mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos tanpa harus mengeluarkan banyak energi dan biaya. Teknik pengolahan sampah organik yang satu ini hanya membutuhkan sedikit tempat, bahkan Anda bisa mengaplikasikannya di halaman rumah Anda. Pengolahan sampah dengan teknik biopori tidak membutuhkan pengamatan dan perawatan ekstra. Teknik ini dapat diaplikasikan hanya dengan membuat lubang-lubang kecil berdiameter sekitar 10 cm sampai 30 cm dengan kedalaman 30-100 cm di lokasi sekitar rumah Anda, seperti di halaman rumah, di bawah pohon, atau dimana saja sesuai keinginan Anda.
Dalam pembuatannya, Anda wajib memberi jarak antara lubang satu dengan lubang yang lain sejauh kira-kira 50-100 cm.  Masing-masing ujung lubang atau pori dapat dilapisi dengan lapisan semen setebal 2-3 cm saja. Hal ini dimaksudkan agar kaki Anda tidak terperosok ke dalam lubang dan tanah di sekitar lubang tidak longsor ke dalam lubang itu sendiri. Selanjutnya, Anda dapat memasukkan sampah organik seperti daun-daun kering, sisa potongan sayuran, atau sampah dapur lainnya kecuali sampah makanan seperti nasi, sisa lauk, atau sisa sayuran. Sampah organik yang Anda hasilkan satu hari cukup dimasukkan ke satu lubang saja. Begitu pula untuk seterusnya.
Setelah sampah masuk semua, tutup lubang dengan konblok yang telah dilubangi untuk membantu proses penguraian dan menjaga kelembaban sampah agar cepat membusuk. Seminggu sekali Anda wajib mengecek volume sampah simpanan Anda. Jika sudah mulai berkurang, Anda dapat menambahkannya dengan lapisan sampah yang baru. Setelah kurang lebih satu bulan, Anda dapat membuka konblok penutup lubang biopori Anda. Lalu, Anda tinggal mengeruk lapisan sampah terbawah yang telah menjadi kompos. Anda dapat menggunakan pupuk alami tersebut untuk menyuburkan tanaman di sekitar rumah Anda. Untuk penggunaan biopori di musim hujan, Anda dapat menambahkan kedalaman maupun kuantitas lubang biopori Anda. Dengan begitu sampah organik simpanan Anda akan tetap aman dan daerah peresapan air di lingkungan Anda semakin banyak. Dengan begitu, banjir juga akan teratasi.
Pengaplikasian teknik pengolahan sampah organik yang efektif dan ramah lingkungan seperti teknik biopori sangatlah penting. Teknik ini akan membuat Anda semakin bijak dalam mengolah sampah dari dapur dan lingkungan rumah Anda sendiri. Selain itu, Anda juga dapat menarik manfaatnya seperti hasil olahannya yang berupa pupuk kompos, menambah volume air tanah, mengurangi kerusakan lingkungan, mengurangi potensi tanah longsor maupun erosi, dan manfaat untuk mengurangi volume genangan air pemicu banjir, khususnya di daerah padat penduduk dan kurang resapan air.
 

Bahan Bakar Gas Dari Sampah organik


Sampah organik dari pasar induk serta sampah sisa makanan dari kantin dan restoran yang melimpah di Jerman kini diolah menjadi gas bio untuk bahan bakar mobil.
Para pengendara mobil di Jerman yang kini menghadapi masalah terus naiknya harga bensin. mengharapkan terobosan energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya  diteliti oleh Institut Fraunhofer untuk rekayasa interfacial dan bioteknologi - IGB di Stuttgart, yang mengembangkan bahan bakar alternatif gas bio dari sampah organik.
Awal tahun 2012 para peneliti memulai proyek instalasi gas bio ini. Sampah organik dipasok dari pasar induk kota Stuttgart serta dari kantin kampus dekat lokasi. Proyek yang diberi nama "Etamax" itu didukung dana dari kementrian pendidikan dan riset Jerman sekitar 6 juta Euro.
  Sampah organik dari pasar dan kantin di Jerman volumenya mencapai 20 juta ton pertahun..
Pilihan menggunakan sampah organik dan sampah makanan untuk memproduksi bahan bakar alternatif gas bio, berlatar belakang pertimbangan praktis dan ekonomi. Riset pasar menunjukkan, di Jerman sekitar separuh dari bahan pangan, tidak dikonsumsi dan akhirnya mendarat di tempat sampah. Setiap tahunnya sampah bahan pangan ini mencapai volume sekitar 20 juta ton.
Sampah organik itu merupakan potensi besar sebagai sumber energi terbarukan, jika diolah dalam instalasi gas bio. Selain itu, produksi energi alternatif dari sampah tidak akan menimbulkan masalah kelaparan, seperti produksi bahan bakar ethanol dari jagung atau bahan pangan lainnya.
Multiguna tanpa sisa
Dalam proyek percobaan yang dilaksanakan Institut Fraunhofer di Stuttgart, gas methan yang tercipta sebagai produk instalasi gas bio dikemas dalam kanister bertekanan tinggi. Dengan itu, gas bionya dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk mobil. Syaratnya, tentu saja mesin mobilnya harus dimodifikasi agar dapat menggunakan bahan bakar gas.
Instalasi gas bio di Institut Fraunhofer Stuttgart.
Peneliti dari IGB Ursula Schliesßmann mengatakan, para peneliti harus terus memantau dan menyesuaikan nilai keasaman di dalam instalasi gas bio. "Dengan sistem manajemen yang dikembangkan, dapat dihitung kondisi ideal dalam instalasi, agar mikroba di dalamnya bekerja optimal", tambah Schließmann.
Selain gas bio, juga medium cair dan sisa padatan yang tidak terfermentasi dimanfaatkan ulang pada proyek lainnya. Medium cair dari instalasi gas bio, yang mengandung  cukup banyak unsur nitrogen dan phosphor, dimanfaatkan sebagai pupuk bagi budidaya sejenis ganggang, untuk memproduksi bahan bakar diesel organik.
Lumpur dan padatan yang belum terfermentasi, dimanfaatkan dalam proses lainnya, untuk menghasilkan gas methan. Dengan cara itu, nyaris seluruh sampah organik dapat dimanfaatkan.
Alternatif teknik otomotif
Proyek produksi bahan bakar gas bio dari sampah organik di Stuttgart itu, juga dipuji oleh perhimpunan pelindung lingkungan Jerman-NABU. Karena selama ini sampah organik dari pasar induk atau sampah makanan dari restoran dan kantin besar, kebanyakan hanya diolah menjadi kompos. Padahal potensi energi alternatif dari sampah organik itu jauh lebih besar.
Walaupun memuji, direktur NABU di negara bagian Baden-Württemberg, dimana lokasi proyeknya berada, Bertholdt Frieß memperingatkan tren yang keliru, yakni naiknya permintaan atas sampah organik.
"Sasaran sebenarnya justru menekan seminimal mungkin sampah pasar", tegasnya. Frieß menambahkan, pihaknya justru mendorong pengembangan mobil yang lebih hemat bahan bakar. Serta pengembangan sistem transportasi publik, untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi. Ditekankannya, pengermbangan energi alternatif semacam itu, jangan sampai menyisihkan tema penghematan energi.
Irene Quaile/Agus Setiawan
Sumber :
http://www.sciencedaily.com/releases/2012/02/120209135836.htm
http://www.dw.de/bahan-bakar-gas-dari-sampah-organik/a-15804731
http://www.renovablesmadeinspain.com/imagenes/fotos/biogas.jpg
http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/samph-8.jpg
http://images.sciencedaily.com/2012/02/120209135836-large.jpg

 

Bahan Bakar Gas Dari Sampah organik


Sampah organik dari pasar induk serta sampah sisa makanan dari kantin dan restoran yang melimpah di Jerman kini diolah menjadi gas bio untuk bahan bakar mobil.
Para pengendara mobil di Jerman yang kini menghadapi masalah terus naiknya harga bensin. mengharapkan terobosan energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Salah satu solusinya  diteliti oleh Institut Fraunhofer untuk rekayasa interfacial dan bioteknologi - IGB di Stuttgart, yang mengembangkan bahan bakar alternatif gas bio dari sampah organik.
Awal tahun 2012 para peneliti memulai proyek instalasi gas bio ini. Sampah organik dipasok dari pasar induk kota Stuttgart serta dari kantin kampus dekat lokasi. Proyek yang diberi nama "Etamax" itu didukung dana dari kementrian pendidikan dan riset Jerman sekitar 6 juta Euro.
  Sampah organik dari pasar dan kantin di Jerman volumenya mencapai 20 juta ton pertahun..
Pilihan menggunakan sampah organik dan sampah makanan untuk memproduksi bahan bakar alternatif gas bio, berlatar belakang pertimbangan praktis dan ekonomi. Riset pasar menunjukkan, di Jerman sekitar separuh dari bahan pangan, tidak dikonsumsi dan akhirnya mendarat di tempat sampah. Setiap tahunnya sampah bahan pangan ini mencapai volume sekitar 20 juta ton.
Sampah organik itu merupakan potensi besar sebagai sumber energi terbarukan, jika diolah dalam instalasi gas bio. Selain itu, produksi energi alternatif dari sampah tidak akan menimbulkan masalah kelaparan, seperti produksi bahan bakar ethanol dari jagung atau bahan pangan lainnya.
Multiguna tanpa sisa
Dalam proyek percobaan yang dilaksanakan Institut Fraunhofer di Stuttgart, gas methan yang tercipta sebagai produk instalasi gas bio dikemas dalam kanister bertekanan tinggi. Dengan itu, gas bionya dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk mobil. Syaratnya, tentu saja mesin mobilnya harus dimodifikasi agar dapat menggunakan bahan bakar gas.
Instalasi gas bio di Institut Fraunhofer Stuttgart.
Peneliti dari IGB Ursula Schliesßmann mengatakan, para peneliti harus terus memantau dan menyesuaikan nilai keasaman di dalam instalasi gas bio. "Dengan sistem manajemen yang dikembangkan, dapat dihitung kondisi ideal dalam instalasi, agar mikroba di dalamnya bekerja optimal", tambah Schließmann.
Selain gas bio, juga medium cair dan sisa padatan yang tidak terfermentasi dimanfaatkan ulang pada proyek lainnya. Medium cair dari instalasi gas bio, yang mengandung  cukup banyak unsur nitrogen dan phosphor, dimanfaatkan sebagai pupuk bagi budidaya sejenis ganggang, untuk memproduksi bahan bakar diesel organik.
Lumpur dan padatan yang belum terfermentasi, dimanfaatkan dalam proses lainnya, untuk menghasilkan gas methan. Dengan cara itu, nyaris seluruh sampah organik dapat dimanfaatkan.
Alternatif teknik otomotif
Proyek produksi bahan bakar gas bio dari sampah organik di Stuttgart itu, juga dipuji oleh perhimpunan pelindung lingkungan Jerman-NABU. Karena selama ini sampah organik dari pasar induk atau sampah makanan dari restoran dan kantin besar, kebanyakan hanya diolah menjadi kompos. Padahal potensi energi alternatif dari sampah organik itu jauh lebih besar.
Walaupun memuji, direktur NABU di negara bagian Baden-Württemberg, dimana lokasi proyeknya berada, Bertholdt Frieß memperingatkan tren yang keliru, yakni naiknya permintaan atas sampah organik.
"Sasaran sebenarnya justru menekan seminimal mungkin sampah pasar", tegasnya. Frieß menambahkan, pihaknya justru mendorong pengembangan mobil yang lebih hemat bahan bakar. Serta pengembangan sistem transportasi publik, untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi. Ditekankannya, pengermbangan energi alternatif semacam itu, jangan sampai menyisihkan tema penghematan energi.
Irene Quaile/Agus Setiawan
Sumber :
http://www.sciencedaily.com/releases/2012/02/120209135836.htm
http://www.dw.de/bahan-bakar-gas-dari-sampah-organik/a-15804731
http://www.renovablesmadeinspain.com/imagenes/fotos/biogas.jpg
http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/samph-8.jpg
http://images.sciencedaily.com/2012/02/120209135836-large.jpg

 

Pengertian dan cara pengolahan sampah


Pengertian Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sumber-sumber sampah
  • 1. Rumah Tangga
  • 2. Pertanian
  • 3. Perkantoran
  • 4. Perusahaan
  • 5. Rumah Sakit
  • 6. Pasar dll.
Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
  • 1. Sampah Anorganik/kering
    Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami.
  • 2. Sampah organik/basah
    Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
  • 3. Sampah berbahaya
    contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll
  • Permasalahan Sampah::
    Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :
  • 1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus
  • 2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
  • 3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
  • Tata cara Pemusnahan sampah
    Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :
  • a. Penumpukan.
    Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air.
  • b. Pengkomposan.
    Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
  • c. Pembakaran.
    Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran.
  • d. “Sanitary Landfill”.
    Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.
    • 1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
    • 2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
    • 3. Sampah kertas : Daur Ulang
    • 1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
    • 2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.
    • 3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
    • 4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
    • 5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
    • 6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
  • Pemanfaatan Sampah:
    Daur ulang
    Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.
    Material yang dapat didaur ulang :
    Manfaat pengelolaan sampah
  • 1. Mengehemat sumber daya alam
  • 2. Mengehemat Energi
  • 3. Menguranagi uang belanja
  • 4. Menghemat lahan TPA
  • 5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)
  • NOJENIS BARANG LAPAKHARGA/KG
    1Gelas Aqua1600
    2Kaleng Oli1500
    3Ember biasa1100
    4Keras (kaset, yakult, botol kecap)150
    5Ember hitam (anti pecah)800
    6Botol Aqua700
    7Putian (botol bayclin, infus)1600
    8Kardus500
    9Kertas Putih700
    10Majalah350
    11Koran500
    12Duplek (kardus tipis)150
    13Semen400
    14Besi Beton700
    15Besi super450
    16Besi pipa250
    17Tembaga super8000
    18Tembaga bakar7000
    19Aluminium tebal6000
    20Aluminium tipis4000
    21Botol air besar400
    22Botol bir kecil, sprite, fanta200
    Sumber koperasi pemulung 2003

    sumber : panduan ibu pada http://www.jala-sampah.or.id/
    http://jakarte.wordpress.com/2007/08/14/20/
 

Pengertian dan cara pengolahan sampah


Pengertian Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sumber-sumber sampah
  • 1. Rumah Tangga
  • 2. Pertanian
  • 3. Perkantoran
  • 4. Perusahaan
  • 5. Rumah Sakit
  • 6. Pasar dll.
Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
  • 1. Sampah Anorganik/kering
    Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembususkan secara alami.
  • 2. Sampah organik/basah
    Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
  • 3. Sampah berbahaya
    contoh : Baterei, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dll
  • Permasalahan Sampah::
    Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan akan dapat mengakibatkan :
  • 1. Tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus
  • 2. Menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara
  • 3. Menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.
  • Tata cara Pemusnahan sampah
    Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut :
  • a. Penumpukan.
    Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana, tetapi menimbulkan resiko karena berjnagkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau, kotoran dan sumber penyakit dana badan-badan air.
  • b. Pengkomposan.
    Cara pengkomposan meerupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi.
  • c. Pembakaran.
    Metode ini dapat dilakuakn hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemukiman untuk menhindari pencemarn asap, bau dan kebakaran.
  • d. “Sanitary Landfill”.
    Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.
    • 1. Sampah basah : Kompos dan makanan ternak
    • 2. Sampah kering : Dipakai kembali dan daur ulang
    • 3. Sampah kertas : Daur Ulang
    • 1. Botol Bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal.
    • 2. Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecualai kertas yang berlapis minyak.
    • 3. Aluminium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue dll.
    • 4. Besi bekas rangka meja, besi rangka beton dll
    • 5. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll
    • 6. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.
  • Pemanfaatan Sampah:
    Daur ulang
    Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan , pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai.
    Material yang dapat didaur ulang :
    Manfaat pengelolaan sampah
  • 1. Mengehemat sumber daya alam
  • 2. Mengehemat Energi
  • 3. Menguranagi uang belanja
  • 4. Menghemat lahan TPA
  • 5. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman)
  • NO JENIS BARANG LAPAK HARGA/KG
    1 Gelas Aqua 1600
    2 Kaleng Oli 1500
    3 Ember biasa 1100
    4 Keras (kaset, yakult, botol kecap) 150
    5 Ember hitam (anti pecah) 800
    6 Botol Aqua 700
    7 Putian (botol bayclin, infus) 1600
    8 Kardus 500
    9 Kertas Putih 700
    10 Majalah 350
    11 Koran 500
    12 Duplek (kardus tipis) 150
    13 Semen 400
    14 Besi Beton 700
    15 Besi super 450
    16 Besi pipa 250
    17 Tembaga super 8000
    18 Tembaga bakar 7000
    19 Aluminium tebal 6000
    20 Aluminium tipis 4000
    21 Botol air besar 400
    22 Botol bir kecil, sprite, fanta 200
    Sumber koperasi pemulung 2003

    sumber : panduan ibu pada http://www.jala-sampah.or.id/
    http://jakarte.wordpress.com/2007/08/14/20/
 

Pemanfaatan Limbah Organik


 Pemanfaatan Limbah Organik


Jenis-Jenis Sampah Organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Sampah organik sendiri dibagi menjadi :
  • Sampah organik basah.
  • Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
  • Sampah organik kering.
  • Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Prinsip Pengolahan Sampah
Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:
  • Mengurangi (bahasa Inggris: reduce)
  • Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
  • Menggunakan kembali (bahasa Inggris: reuse)
  • Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
  • Mendaur ulang (bahasa Inggris: recycle)
  • Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
  • Mengganti (bahasa Inggris: replace)
  • Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Jangan sampai sampah menjadi gunung buatan baru
Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos
Pengomposan sampah kota umumnya sama saja seperti pengomposan bahan baku lainnya. Hanya yang patut dipikirkan adalah jumlah bahan organik kering yang digunakan dalam pencampuran bahan baku proses pengomposan. Pengomposan secara sederhana bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.
Pengomposan Menggunakan Drum Plastik
Pengomposan menggunakan drum plastiksangat cocok diterapkan untuk mengolah sampah rumah tangga.
Bahan Dan Peralatan Yang Digunakan
  1. Ember atau drum plastik yang telah dimodifikasi (dibuat berlubang) dengan kapasitas minimum 100 kg.
  2. Bioaktivator cair (metode aerob) atau bioaktivator padat (metode anaerob).
  3. Bahan baku sampah organik (hindari daging, tulang, duri ikan, sisa makanan berlemak, susu, kotoran anjing, kucing, dan babi).
Cara Membuat
  1. Cacah bahan baku hingga berukuran 2-5 cm.
  2. Taburkan bioktivator OrgaDec 0,5% ke atas bahan baku, aduk hingga tercampur rata.
  3. Siram dengan air hingga diperoleh kelembapan yang diinginkan (50-60%), langsung masukkan ke dalam drum plastik.
  4. Inkubasi selama 1-2 minggu, tergantung dari bahan bakunya.
  5. Pada hari ketiga atau hari kedelapan perlu dilakukan pengadukan atau pembalikkan secara manual agar aerasi di dalam drum berlangsung baik.
Proses Pembuatan Kompos Aktif Ekspres (24 jam)[rujukan?]
Bahan
  1. Jerami kering, daun-daun kering, sekam, serbuk gergaji, atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian).
  2. Kompos yang sudah jadi (2 bagian).
  3. Dedak 1 bagian.
  4. Dectro disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan).
  5. Air disesuaikan dengan dosis (20 liter).
Cara Membuat
  1. Cacah atu giling bahan baku kompos hingga agak halus, lalu campurkan dengan dedak dan kompos yang sudah jadi.
  2. Larutkan Dectro ke dalam air.
  3. Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kadar airnya mencapai 45-50%.
  4. Tumpuk campuran bahan baku tersebut di atas ubin yang kering dengan ketinggian 30-35 cm, lalu tutup menggunakan karung goni.
  5. Pertahankan temperatur 40-600 C.
  6. Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
Macam-Macam Kompos
  1. Kompos Praktis I.
  2. Kompos Praktis II.
  3. Kompos Praktis III.
  4. Kompos Sampah Rumah Tangga.
  5. Kompos Tinja.
  6. Kompos BIPIK.
Tempatkanlah sampah pada tempatnya
Kelebihan Mengolah Sampah Organik
Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
  • Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
  • mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
  • Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
  • Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
  • Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
  • Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.
Kekurangan Mengolah Sampah Organik
Setelah menjadi pupuk kompos, pupuk siap untuk digunakan sebagai penyubur tanah. Adapun kekurangan pupuk kompos adalah unsur hara relatif lama diserap tumbuhan, pembuatannya lama, dan sulit dibuat dalam skala besar. Oleh karena itu untuk mendukung peningkatan hasil-hasil pertanian diperlukan pupuk buatan.

Membuat Pupuk Cair
Sampah tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat. Sampah juga bisa dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair mempunyai banyak manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk membuat kompos.

Menurut Subagiyo, warga Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang telah mempraktikkan membuat pupuk cair, pupuk cair juga bisa disiramkan ke lubang WC agar limbah tinja di dalam septik tank menjadi padat.

"Dua liter pupuk cair bisa menghemat penyedotan tinja. Jika biasanya setahun sekali tinja harus disedot, bisa menjadi dua tahun sekali," kata Subagiyo.
Berikut cara membuat pupuk cair yang telah dipraktikkan Subagiyo:
  1. Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
  2. Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
  3. Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.
  4. Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan.
  5. Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.
  6. Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PAM.
  7. Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi. Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.
  8. Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).
  9. Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris. Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair


SUMBER :

 http://herimuryadihutbunkku.blogspot.com

 

Pemanfaatan Limbah Organik


 Pemanfaatan Limbah Organik


Jenis-Jenis Sampah Organik
Sampah organik berasal dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Sampah organik sendiri dibagi menjadi :
  • Sampah organik basah.
  • Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
  • Sampah organik kering.
  • Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.
Prinsip Pengolahan Sampah
Berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa diterapkan dalam pengolahan sampah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 4R, yaitu:
  • Mengurangi (bahasa Inggris: reduce)
  • Sebisa mungkin meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
  • Menggunakan kembali (bahasa Inggris: reuse)
  • Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, buang (bahasa Inggris: disposable).
  • Mendaur ulang (bahasa Inggris: recycle)
  • Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri tidak resmi (bahasa Inggris: informal) dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
  • Mengganti (bahasa Inggris: replace)
  • Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.
Jangan sampai sampah menjadi gunung buatan baru
Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos
Pengomposan sampah kota umumnya sama saja seperti pengomposan bahan baku lainnya. Hanya yang patut dipikirkan adalah jumlah bahan organik kering yang digunakan dalam pencampuran bahan baku proses pengomposan. Pengomposan secara sederhana bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.
Pengomposan Menggunakan Drum Plastik
Pengomposan menggunakan drum plastik sangat cocok diterapkan untuk mengolah sampah rumah tangga.
Bahan Dan Peralatan Yang Digunakan
  1. Ember atau drum plastik yang telah dimodifikasi (dibuat berlubang) dengan kapasitas minimum 100 kg.
  2. Bioaktivator cair (metode aerob) atau bioaktivator padat (metode anaerob).
  3. Bahan baku sampah organik (hindari daging, tulang, duri ikan, sisa makanan berlemak, susu, kotoran anjing, kucing, dan babi).
Cara Membuat
  1. Cacah bahan baku hingga berukuran 2-5 cm.
  2. Taburkan bioktivator OrgaDec 0,5% ke atas bahan baku, aduk hingga tercampur rata.
  3. Siram dengan air hingga diperoleh kelembapan yang diinginkan (50-60%), langsung masukkan ke dalam drum plastik.
  4. Inkubasi selama 1-2 minggu, tergantung dari bahan bakunya.
  5. Pada hari ketiga atau hari kedelapan perlu dilakukan pengadukan atau pembalikkan secara manual agar aerasi di dalam drum berlangsung baik.
Proses Pembuatan Kompos Aktif Ekspres (24 jam)[rujukan?]
Bahan
  1. Jerami kering, daun-daun kering, sekam, serbuk gergaji, atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian).
  2. Kompos yang sudah jadi (2 bagian).
  3. Dedak 1 bagian.
  4. Dectro disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan).
  5. Air disesuaikan dengan dosis (20 liter).
Cara Membuat
  1. Cacah atu giling bahan baku kompos hingga agak halus, lalu campurkan dengan dedak dan kompos yang sudah jadi.
  2. Larutkan Dectro ke dalam air.
  3. Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kadar airnya mencapai 45-50%.
  4. Tumpuk campuran bahan baku tersebut di atas ubin yang kering dengan ketinggian 30-35 cm, lalu tutup menggunakan karung goni.
  5. Pertahankan temperatur 40-600 C.
  6. Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
Macam-Macam Kompos
  1. Kompos Praktis I.
  2. Kompos Praktis II.
  3. Kompos Praktis III.
  4. Kompos Sampah Rumah Tangga.
  5. Kompos Tinja.
  6. Kompos BIPIK.
Tempatkanlah sampah pada tempatnya
Kelebihan Mengolah Sampah Organik
Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
  • Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
  • mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
  • Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
  • Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
  • Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
  • Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.
Kekurangan Mengolah Sampah Organik
Setelah menjadi pupuk kompos, pupuk siap untuk digunakan sebagai penyubur tanah. Adapun kekurangan pupuk kompos adalah unsur hara relatif lama diserap tumbuhan, pembuatannya lama, dan sulit dibuat dalam skala besar. Oleh karena itu untuk mendukung peningkatan hasil-hasil pertanian diperlukan pupuk buatan.

Membuat Pupuk Cair
Sampah tidak hanya bisa dibuat menjadi kompos atau pupuk padat. Sampah juga bisa dibuat sebagai pupuk cair. Pupuk cair mempunyai banyak manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk membuat kompos.

Menurut Subagiyo, warga Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang telah mempraktikkan membuat pupuk cair, pupuk cair juga bisa disiramkan ke lubang WC agar limbah tinja di dalam septik tank menjadi padat.

"Dua liter pupuk cair bisa menghemat penyedotan tinja. Jika biasanya setahun sekali tinja harus disedot, bisa menjadi dua tahun sekali," kata Subagiyo.
Berikut cara membuat pupuk cair yang telah dipraktikkan Subagiyo:
  1. Cincang sampah hijau seperti sisa sayuran, sayuran basi, dan sebagainya.
  2. Siapkan tong plastik atau tong bekas wadah cat tembok ukuran 25 kilogram (kg), lengkap dengan tutupnya. Siapkan juga kantong plastik ukuran 60 cm x 90 cm dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
  3. Siapkan 1/4 kg gula merah yang sudah dilarutkan.
  4. Siapkan 1/2 liter bahan EM4 untuk mempermudah proses pelarutan.
  5. Siapkan 1/2 liter air bekas cucian beras.
  6. Siapkan 10 liter air tanah. Untuk hasil maksimal jangan gunakan air hujan atau air PAM.
  7. Campur air bekas cucian beras, EM4, dan air gula ke dalam tong plastik. Sementara itu cincangan sampah hijau dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi. Setelah itu, masukkan kantong plastik ini ke dalam tong plastik dan tambahkan air tanah.
  8. Ikat kantong plastik berisi sampah hijau itu dan tutup pula tong plastik itu dengan rapat selama tiga minggu (21 hari).
  9. Setelah tiga minggu, sampah dalam tong itu tidak berbau dan kelihatan menyusut. Angkat sampah itu hingga air tiris. Sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk cair


SUMBER :

 http://herimuryadihutbunkku.blogspot.com

 

Sistem Organik


Dirangkum oleh: Dendi Hidayat
Dibandingkan dengan sintesis senyawa anorganik, sintesis senyawa organik jauh lebih sukar. Kelahiran kimia organik dinisbahkan pada sintesis urea CO(NH2)2 (suatu senyawa organik umum) dengan memanaskan amonium sianat (senyawa anorganik), pertama dilakukan oleh kimiawan Friedrich Wöhler (1800-1882). Hanya akhir-akhir ini saja desain dan sintesis senyawa yang diinginkan mungkin dilakukan.
Reaksi yang digunakan dalam sintesis organik dapat digolongkan menjadi dua golongan;
  1. pembentukan ikatan karbon-karbon
  2. pengubahan gugus fungsi
Sebagian besar reaksi yang Anda pelajari di sekolah menengah adalah konversi gugus fungsi, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Bagi bidang sintesis organik pembentukan ikatan C-C dan pengubahan gugus fungsi seperti roda kendaraan. Tidak pantas menanyakan mana yang lebih penting. Berbagai reaksi pembentukan ikatan C-C telah dilaporkan. Berdasarkan gaya dorong reaksinya, reaksi ini dapat digolongkan atas tiga jenis, kondensasi aldol, reaksi Grignard dan reaksi Diels-Alder. Di sini dua yang terakhir yang akan dibahas.

a. Reaksi Grignard

Reaksi Grignard ditemukan oleh kimiawan Perancis Auguste Victor Grignard (1871-1935) di tahun 1901. Tahap awal reaksi adalah reaksi pembentukan metilmagnesium iodida, reagen Grignard, dari reaksi antara alkil halida (metil iodida dalam contoh di bawah ini) dan magnesium dalam dietil eter kering.
CH3I + Mg –> CH3MgI (11.17)
Anda pasti melihat bahwa magnisium terikat langsung dengan karbon. Senyawa semacam ini yang sering disebut sebagai reagen Grignard dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam golongan senyawa organologam. Ikatan C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan kabanion seperti CH3- setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion karbanion cenderung menyerang atom karbom bermuatan positif. Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus aldehida atau gugus keton bermuatan positif karena berikatan dengan atom oksigen yang elektronegatif. Atom karbon ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan adduct yang akan menghasilkan alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol terseir dari keton setelah hidrolisis.
C6H5CHO + CH3MgI –> C6H5CH(CH3)OMgI (11.18)
benzaldehida
C6H5CH(CH3)OMgI + HCl –> C6H5CH(CH3)OH + MgClI (11.19)
1-fenilletanol
C6H5COC2H5 + CH3MgI –> C6H5CH(CH3)(C2H5) OMgI (11.20)
propiofenon
C6H5CH(CH3)(C2H5)OMgI + HCl –> C6H5CH(CH3)(C2H5)OH + MgClI (11.21)
2-fenil-2-butanol
Reaksi Grignard adalah contoh reaksi senyawa oragnologam. Karena berbagai jenis aldehida dan keton mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi Grignard.
Contoh Soal 11.1 Reaksi Grignard
Dalam teks disebutkan kombinasi C6H5COC2H5 dan CH3MgI digunakan untuk mensintesis 2fenil-2-butanol C6H5CH(CH3)(C2H5)OH. Indikasikan kombinasi lain yang dapat digunakan untuk menghasilkan senyawa yang sama.
Jawab
Tiga jenis gugus alkil ada dalam produk akhirnya. Gugus alkil ini mungkin merupakan bagian bahan awal. Jadi, selain kombinasi C6H5COC2H5 dan CH3MgI, dua kemungkinan kombinasi lain juga dapat diterima ??
  1. acetofenon C6H5COCH3 dan etilmagnesium iodida C2H5MgI
  2. etilmetilketon CH3COC2H5 dan fenilmagnesium iodida C6H5MgI

b. Reaksi Diels-Alder

Gaya dorong reaksi Grignard adalah tarik-menarik antara dua muatan listrik yang berbeda antara dua atom karbon. Reaksi semacam ini disebut dengan reaksi ionik atau reaksi polar. Ada pula jenis lain reaksi organik. Salah satunyaa adalah reaksi radikal, yang gaya dorongnya adalah radikal reaktif yang dihasilkan dalam reaksi. Bila dihasilkan radikal fenil, radikal ini akan menyerang molekul benzene akan menghasilkan bifenil.
C6H5 + C6H6 –> C6H5- C6H5 + H 11.22)
Sebagian besar reaksi organik diklasifikasikan dalam reaksi ionik dan reaksi radikal. Di pertengahan pertama abad 20, kemudian muncul, golongan lain reaksi yang tidak dapat dimasukkan dalam dua golongan tadi. Salah satu yang khas adalah reaksi Diels-Alder yang ditemukan di tahun 1928 oleh dua kimiawan Jerman Paul Hermann Diels (1876-1954) dan Kurt Alder (1902-1958).
Dalam reaksi ini butadiena yang secara muatan netral bereaksi dengan anhidrida maleat yang juga netral menghasilkan produk siklik.

Menariknya, ternyata kemudaian banyak contoh reaksi semacam ini: diena (senyawa dengan ikatan rangkap) dan alkena diaktivasi oleh gugus karbonil dan bereaksi menghasilkan produk siklik. Harus ditambahkan bahwa tidak ada reaksi antara dua molekul butadiena atau dua anhidrida maleat.
Di tahun 1965, dua kimiawan Amerika, Woodward dan Roald Hoffmann (1935-) menjelaskan bahwa jenis reaksi ini bukan reaksi ionik maupun reaksi radikal, tetapi reaksi yang dihasilkan oleh tumpang tindih orbital molekul dua reaktan. Interpretas ini memungkinakan elusidasi mekanisme reaksi yang sebelumnya belum dikenal.
Menurut mereka, interaksi yang disukai akan ada bila salah satu reaktan (misalnya butadiena) memiliki empat elektron π dan reaktan lain (misalnya anhidrida maleat) memiliki elektron πmenghasilkan produk siklik. Dapat ditunjukkan bahwa orbital molekul yang terisi dengan energi tertinggi [highest occupied molecular orbitals (HOMO)] dan orbital molekul tak terisi terendah [lowest unoccupied molecular orbitals (LUMO)] yang mngatur jalannya reaksi. Pada waktu yang sama Kenichi Fukui (1918-1999) menamakan orbital-orbital ini orbital frontir (frontier orbital).
Pentingnya reaksi yang dibahas ini jelas dengan diberikannya hadiah Nobel untuk Grignard, Diels, Adler, Woodward, Hoffmann dan Fukui.

Selingan- Klimaks Sintesis Organik

Dari awal kimia organik, sintesis organik dapat dianggap sebagai inti kimia organik.
Kimia organik dapat dikatakan mencapai puncaknya sekiatar pertengahan abad 20 ketika Woodward paling aktif dalam bidang ini. Woodward berhasil mensintesis kuinin (1944), striknin (1954), khlorofil (1960) dan sefalosporin (1966). Ia mendapatkan anugerah Nobel tahun 1965.
Robert Burns Woodward (1017-1979)
Yang paling penting dari prestasi Woodward adala keberhasilan sintesis vitamin B12 yang diilakukannya dengan kerjasama dengan kimiawan Swiss Albert Eschenmoser (1925-). Kedua kelompok riset ini masing-masing separuh molekulnya. Setelah spesies targetnya disintesis, keduanya digabung menghasilkan vitamin B12.

c. Sintesis asime trik

Sebagaimana telah dibahas di Bab 4, banyak senyawa organik alami, semacam asam amino, gula dan steroid, memiliki atom karbon asimetrik. Kuinin, yang dikenalkan di bab ini juga mengandung atom karbon asimetrik. Atom karbon asimetrik memainkan peran dalam aktivitas fisiologis semua senyawa ini. Harus ditambahkan bahwa dalam banyak kasus hanya satu dari pasangan enansiomer ini bermanfaat bagi manusia. Dengan demikian, apakah kita dapat mencapai sintesis asimetrik, seni sintesis selektif satu dari pasangan enansiomer, adalah isu yang sangat penting.
Dalam contoh-contoh sintesis asimetrik yang berhasil, senyawa dengan atom karbon asimetrik, seperti terpen, asam amino dan gula, dipilih sebagai salah satu reaktan. Atom karbon asimetrik mungkin akan lebih menyukai pembentukan salah satu enansiomer. Pembentukan selektif salah satu isomer mungkin dipengaruhi oleh efek sterik. Dalam kasus tertentu, laju reaksi mungkin berbeda antara kedua stereoisomer. Dalam kasus lain, kesetimbangan antara dua produk isomer akan bergeser ke salah satu sisi kesetimbangan. Sintesis selektif isomer yang penting akan sangat penting dan topik yang paling banyak dilakukan di kimia organik abad 21.
Terdapat pula pendekatan yang lebih sukar yakni tidak digunakannya senyawa dengan atom karbon asimetrik. Bila sintesis asimetrik ini dapat direalisasikan, kita dapat mengatakan bahwa kimia telah dapat meniru alam!
Latihan
11.1 Proses Solvay
Jawablah pertanyaan tentang proses Solvay:
  1. Tuliskan persamaan reaksi dari bahan awal menjadi natrium karbonat.
  2. Beri nama gas yang digunakan secara berulang dalam proses ini.
  3. Hitung massa natrium karbonat yang dapat diperoleh dari 1 ton natrium khlorida.
Jawab.
(1) lihat teks. (2) CO2, NH3 (3) 0,906 ton
11.2 Reaksi Grignard
Anda diharapkan mensintesis alkohol C3H7C(CH3)(C2H5)OH dengan reaksi Grignard. Tuliskan semua kombinasi yang mungkin (aldehida atau keton) dan reagen Grignard (yang didapatkan dari bromida).
Jawab:
CH3COC2H5 dan C3H7MgBr, C2H5COC3H7 dan CH3MgBr, CH3COC3H7 dan C2H5MgBr

 
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response.
0 Responses